REM!

Life is like a bicycle; to keep your balance you must keep on moving. Begitu kata Einstein.

Hampir setiap hari, saya bawa motor. Bukan dibawa secara harafiah gitu ya, alias dipanggul, tapi dikendarain dari rumah sampe ke kantor, dan sebaliknya. Semakin pagi saya berangkat, semakin kosong jalanan yang saya lalui ke kantor. Artinya, saya bisa memacu motor (abang) saya hingga kecepatan tinggi. Ya ngga tinggi-tinggi amat lah.

Saya bukan tipe risk taker, atau boleh dikatakan secara ekstrim, saya tukang “cari aman”. Sekosong apapun jalanan, saya tidak pernah memacu motor di atas 100km/jam. Kenapa? Karena saya selalu memperkirakan kemampuan rem motor untuk menjaga motor berhenti dengan baik, meski mengalami hukum Newton I alias hukum kelembaman. #jyah

Maksudnya?

Maksudnya adalah bahwa ketika saya memacu motor saya, kepala saya dengan pikiran kompleksnya langsung menghitung berapa kira-kira kecepatan maksimal yang boleh saya lakukan, dengan mempertimbangkan seberapa kuat rem motor saya mencengkeram cakram roda, seberapa kuat karet roda dapat bertahan dengan stabil ketika bergesekan dengan aspal, dan seberapa stabil saya dapat menjaga stang motor ketika rem saya injak secara tiba-tiba.

Masih bingung? &#*@)^&$#@^&*

Gampangnya, saya memperkirakan berapa kecepatan maksimal yang boleh saya capai, tanpa mempertaruhkan anggota tubuh lainnya akan terluka apabila rem saya injak tiba-tiba.

Tangan saya selalu berada di tuas rem depan. Kaki kanan selalu berada di posisi rem kaki. Tangan kanan menjaga gas supaya tidak saya putar terlalu dalam. I have to make sure that everything under control. My control.

Dan untuk itu, saya sangat bergantung pada rem motor saya.

Hidup tidak melulu tentang bergerak maju supaya seimbang. Hidup tidak melulu tentang kecepatan. Tapi hidup juga tentang mengatur kecepatan. Hidup juga tentang menginjak rem supaya kecepatan tersebut tidak sampai membahayakan anggota tubuh lainnya.

Hidup adalah juga tentang kapan dan bagaimana kita menginjak rem. Untuk memastikan semuanya terkendali. Menjaga hidup tetap sehat walafiat, untuk kemudian menekan gas lagi, dan kembali maju.

Dan jangan lupa, terlalu cepat “memacu” hidup membuat kita tak dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Sesekali, injaklah rem, berhenti, dan lihatlah ke sekeliling. Life is good. :)

About these ads

3 thoughts on “REM!

  1. Pingback: inspirasi | Good words are worth much, and cost little.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s