Everything happened for a reason. But sometimes, for some reasons.

Di sinilah saya. Duduk, dengan keadaan yang hampir sama seperti minggu lalu. Masih gedung yang sama. Masih kota yang sama. Hanya status saya saja yang berbeda. Bukan, bukan status pernikahan. Tapi berbeda status kepegawaian.

Ya, per 26 April 2010 kemarin, saya telah resmi bergabung dengan sebuah SRO bentukan Bapepam, yang bertugas menyelenggarakan kegiatan jual beli produk equity dan non-equity di republik ini. Usai sudah masa-masa ke gedung salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia yang sahamnya mayoritas dimiliki Qatar di Jl. Medan Merdeka. Usai sudah masa-masa mengaudit ke Jl. Kebagusan Raya.

Keputusan sulit. Sebuah pemikiran yang rumit. Penghitungan cost-benefit yang kompleks dan abstrak. Seorang teman bahkan tidak menyangka saya akan pindah, karena menurutnya sayalah yang paling mencintai pekerjaan saya selama ini, jika dibandingkan dengan anggota peer-group lainnya.

Tapi Tuhan tidak bermain dadu. Dan saya juga tidak ingin dipermainkan. Oleh karena itulah, saya yakin dengan keputusan saya. Mungkin banyak pertanyaan, terutama dari orang-orang yang tahu salah satu problem hidup saya (dalam post Ada yang Lebih Penting). Mengapa ketika dulu ada kesempatan untuk pindah ke sebuah perusahaan yang lebih bonafid, lebih menjanjikan, lebih segala-galanya, malah saya sia-siakan, sementara kini saya pindah pekerjaan ke sebuah perusahaan yang awalnya tidak saya pertimbangkan?

Saya juga tidak tahu apa jawabannya, hanya saja tawaran ini datang pada saat dan momen yang tepat. Setidaknya itulah yang saya pikirkan. Sampai saya teringat kembali pada problem hidup saya tadi. Teringat pada prinsip hidup yang dulu seringkali dipertanyakan keluarga. Teringat pada betapa dulu, sekitar bulan September 2009, berbagai pemikiran pro dan kontra mengenai tawaran pekerjaan tersebut berseliweran di pikiran saya. Dulu saya yakin, pilihan saya untuk tidak bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia, adalah buah pemikiran saya mengenai momen-momen dalam hidup yang tidak dapat dibayar. Dulu, saya berpikir, bahwa gaji sebesar apapun, tidak dapat membeli momen-momen yang harus saya lewatkan karena saya berada di tempat nun jauh di sana.

Dan kini saya mendapatkan jawabannya. Jika dulu tawaran tersebut saya ambil, tidak akan ada momen bahagia yang terjadi secara fisik, ketika gre mendapatkan pekerjaan pertamanya, kelas pertamanya, murid-murid pertamanya, gaji pertamanya. Tidak akan ada momen di mana saya berusaha meyakinkan gre, dan gre berusaha meyakinkan dirinya sendiri, bahwa semua perjalanan keliling dunia, diawali dengan sebuah langkah kecil. Tidak akan ada momen berangkat dan pulang bersama, yang dilewatkan dengan begitu istimewa.

Lalu muncul alasan berikutnya. Betapa kesamaan masalah dalam pekerjaan, kesamaan umur, kesamaan minat, dan perbedaan-perbedaan yang terjadi antara kami di kantor, membuat t.e.m.a.n a.u.d.i.t.o.r menjadi sebuah alasan kuat bagi saya untuk bersyukur atas keputusan yang saya ambil. Jika keputusan saya dulu berbeda, maka tidak akan ada momen makan siang (mahal) di Segarra. Tidak akan ada momen piknik ke Taman Mini, kunjungan ke Museum Bank Mandiri, foto-foto di Monas, makan siang di Raffels, baso pengkolan, Dunkin Donuts, dan lain-lain. Tidak akan ada momen conference-chat di jam kantor. Tidak akan ada momen bertemu sahabat-sahabat istimewa, sekaligus rekan bekerja yang luar biasa. Tidak akan ada buku “will u miss us” karya teman-teman yang begitu mengharukan, berikut 2 video indahnya.

Our Precious Moment

Semua terjadi, untuk sebuah alasan. Bahkan, kadang untuk beberapa alasan. Bukan begitu? :)

Terimakasih karena ternyata alasan-alasan tersebut, terasa begitu benar. Terasa begitu sederhana, tapi menyentuh. Mungkin terasa begitu “common” bagi orang lain, tapi begitu “extraordinary” bagi saya.

Dan Tuhan, terimakasih karena sudah mengizinkan saya merasakan semuanya hingga saat ini. :)

3 thoughts on “Everything happened for a reason. But sometimes, for some reasons.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s