kitchenette

Wow. Rasanya ingin sekali mereview satu-satu tempat makan yang pernah disinggahi oleh saya (dan mostly bersama-sama dengan Gre) di Jakarta Bandung Jatinangor dan sekitarnya, namun apa daya terkadang mood untuk menulis hal itu turun seturun-turunnya. *alibi*

Dan kebetulan waktu itu saya ke Kitchenette Plaza Indonesia ini dengan membawa kamera saya (yang belum lunas itu), dan bertekad akan menuliskannya di blog. Dan terjadilah. Meskipun saya tidak terlalu expert di bidang review restoran (termasuk dokumentasinya), maka jangan berharap terlalu banyak terhadap review kali ini.

Kitchenette. Konsep restoran yang unik karena menyerupai dapur ini sudah menggoda kami tiap kali kami melewatinya. Berada di lokasi yang cukup terpencil di Plaza Indonesia, membuat restoran ini cukup sulit ditemukan. Berada di lantai dasar Plaza Indonesia Extension, Kitchenette sukses mengubah suasana mall menjadi tidak terlalu kaku.

Strawberry-Kiwi (38k)
Ice Coffee (35k)

Mengambil tempat di lorong dengan meja untuk berdua, kami terkagum-kagum dengan konsep yang ditawarkan. Nuansanya hommy sekali! Makanan yang ditawarkan (yang mana terasa sedikit overprice), berkisar di salad, crepes, dan pasta. Setelah menimbang dan mengingat, akhirnya kami memutuskan untuk memesan Oven Baked Mushroom with Melted Garlic Butter (38k). Gre memesan minuman Strawberry-Kiwi Fresh-Fruit Elixir (38k), dan saya mencoba Grandpa Luigi’s Ice Coffee (35k).

Tak lama minuman Gre dan saya datang. Ice coffee-nya, yah, 6,5 out of 10 lah, karena saya kurang suka dengan kopi yang terlalu asam. Sedikit dinetralisir dengan rasa vanila eskrim, nilainya jadi naik sekitar 7.5 out of 10. Yang sensasional justru Strawberry-Kiwinya, yang luar biasa menyegarkan. Es batu yang mendominasi minuman tersebut, menjaga minuman tetap dingin meski kami menghabiskan waktu lebih dari setengah jam di sana. Strawberry yang manis-asam plus kiwi yang (ternyata) manis, terasa klop sekali di tenggorokan yang sedang dilanda dahaga. *halah* Nilainya 9 out of 10!

Makanan kami pun datang, persis seperti namanya : jamur yang dipanggang dengan garlic butter yang meleleh. Hmmmmm, nyummy sekaliii. Meski porsinya terasa terlalu sedikit (atau porsi makan saya yang kelewatan?), namun rasa yang ditawarkan cukup pantas dengan harganya. Jamurnya empuk. Butternya hangat. Ah, luar biasa. Nilainya 8 out of 10.

Restoran ini betul-betul menjual suasana yang sulit didapatkan di tempat lain. Mereka paham betul bahwa suasana restoran yang terlampau kaku sudah lewat masanya. Interior yang menarik, plus pemilihan gelas, piring, cara penyajian, dan “kostum” para waiter, diusahakan sejalan dengan nama dan tema restoran. Dan ya, itu harus dibayar cukup mahal.

Toh menghilangkan stres bisa dilakukan lewat makanan. Tentu dengan suasananya sekalian, supaya klop. Buktinya, meski dengan harga sedemikian tinggi (dibandingkan dengan rata-rata tempat makan lainnya), Kitchenette masih selalu dipenuhi pengunjung, dan selalu ada pengunjung yang waiting list, bahkan bukan di jam makan. Ah, selama ada permintaan, maka pasti ada penawaran. Bukan begitu?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s