Java Jazz 2011 (part 1)

Tidak berencana untuk pergi ke JavaJazz tahun ini, ternyata yang namanya rezeki emang ngga ke mana. Jumat malam, seorang teman mem-post sebuah twit di twitter yang intinya menawarkan tiket JavaJazz miliknya seharga Rp200.000 untuk 2 tiket. Tak berpikir lama, saya pun langsung mengambil tiket tersebut. Berhubung saya hanya berencana sendiri ke sana dan mengingat pada kejadian tahun lalu di mana para calo berkeliaran mencari tiket berlebih, saya berpikir untuk menjual satu tiket saya kepada salah satu calo di sana.

Dan di sini lah saya, di gerbang masuk JavaJazz JIExpo Kemayoran, setelah berhasil menjual salah satu tiket saya seharga Rp150.000 kepada seorang calo. Jadi saya cukup keluar uang Rp50.000 saja untuk menikmati event ini! Wow! Setara dengan Music Gallery karya BSO Band FEUI! :D

Berbekal kamera handphone (berhubung kamera saya yang belum lunas itu plus kamera pocket lainnya sedang bertualang ke Medan bersama adik saya), maka jangan heran kalau foto-foto di post kali ini sedikit absurd dan ngga jelas. Sondre Lerche pun mukanya jadi terlihat seperti saya. *eh*

Memasuki area sekitar pukul 17.00 sore, ternyata keadaan jauh berbeda dari tahun lalu : rame! Tahun lalu ketika saya datang di waktu yang sama, lokasi ini masih sepi pengujung. Antrian masih pendek, dan di dalam JIExpo sendiri masih lengang. Tapi persetan lah dengan setan *eh*, mari bertualang!

Kebahagiaan tersendiri adalah bukan ketika kita menyaksikan langsung musisi-musisi yang sudah mendunia atau yang sudah punya nama, melainkan ketika kita menemukan banyaknya musisi berkualitas tinggi yang baru kita saksikan di sini. Ketika Java Jazz tahun 2009, saya menganga menyaksikan Endah n Rhesa bermain musik dengan luar biasa. Tahun lalu, saya menyaksikan Mike’s Apartment yang perform live dengan sempurna, dan tahun ini pun saya mengharapkan kejutan baru lainnya.

Disambut oleh Rafi and The Beat di panggung Masima, cukup menghibur saya setelah antrian di pintu masuk tadi. Rafi, si drummer muda yang berumur 14 tahun rupanya sudah membuat band bernama Rafi and The Beat (atau cuma saya saja yang baru tahu?). Menyaksikan mereka menyanyikan beberapa lagu cover dan satu lagu ciptaan mereka, saya pun melanjutkan masuk ke dalam untuk melihat jadwal. Berhubung saya tanpa persiapan apapun, saya bahkan tidak tahu siapa saja yang akan perform hari ini.

Dan ternyata ada Sondre Lerche! Beberapa waktu yang lalu, saya sempat begitu mengagumi penyanyi ini lewat lagu Say It All dan Two Way Monologue, akhirnya saya berkesempatan melihat performnya, live! Maka masuklah saya ke stage Nokia, yang ternyata sudah dipenuhi oleh penonton! Saya pun harus menyempil sana sini untuk dapat masuk ke tengah kerumunan penonton dan mendapatkan spot yang tepat untuk mengambil gambar. Dan hasilnyaaa, kacau! Handphone saya betul-betul tidak bisa diandalkan untuk kondisi gelap seperti ini. Blah! Tapi semuanya terbayar dengan penampilan Sondre yang impresif. Tanpa menggunakan band pengiring, lagu demi lagu yang kurang populer di telinga saya terus mengalun. Ada beberapa lagu yang saya kenali, seperti Modern Nature dan It’s Over (kalau saya tidak salah mengidentifikasi), namun selebihnya cukup saya nikmati saja. Di tengah penampilan Sondre, saya baru menyadari bahwa ternyata wajah Sondre ini mirip sekali dengan Joseph Gordon-Levitt. Cuma Sondre versi “kurang ganteng”nya. Hahaha..

Saya keluar stage sebelum penonton bubar, karena berdasarkan pengalaman, biasanya terjadi desak-desakan di pintu keluar, dan itu menyebalkan. Berlanjut ke stage selanjutnya, saya menemukan Soulvibe di sana. Nice! Band ini pernah saya tonton live di Kemang beberapa waktu lalu, dan agak males sih lihat live-nya, karena terlalu banyak gaya. *my personal judgement, sorry* Tapi kualitasnya memang harus diakui, bahwa mereka memang punya musikalitas yang tinggi.

Dan dengan menggunakan jas merah, Soulvibe menunjukkan kelas mereka sebagai sebuah grup musik. Menguasai panggung yang sebetulnya cukup luas, dengan berjingkrak-jingkrak ke sana ke mari,  kestabilan suara para vokalisnya juga layak diacungi jempol, karena setidaknya mereka tidak lipsync seperti Agnes Monica atau (apalagi) Kangen Band. Ahey! Membawakan beberapa lagu beat-mellow *genre apa iniiii* dari album-album mereka, rasanya seperti melihat penerus Maliq & D’ Essential. Yang paling menarik dari Soulvibe adalah mereka tampak sangat menikmati penampilan mereka sendiri, dan ya, itu membuat penonton ikut menikmati penampilan mereka.

Beberapa improvisasi dilakukan dengan sangat baik, meskipun memang tidak terlalu jauh berbeda dengan penampilan mereka di Kemang dulu. Toh ratusan (atau ribuan) ababil dan pasangan-pasangan mereka tetap ikut bernyanyi bersama dan terlihat sangat menikmati pasangannya masing-masing *eh*. :D

Bergeser ke Jazz Corner (atau dulu disebut Dji Sam Soe Lounge – saya sempat bingung mencari lokasi gedung ini! -__-” ), saya dipertemukan pada sebuah band sensasional. Sensasional karena mereka membukakan mata saya bahwa untuk jadi anak band, tidak perlu tampil keren dan modis, tapi cukup jadi diri sendiri saja. Four on the Floor, yang saya sendiri tidak yakin berapa jumlah personelnya (karena ada banyak sekali orang di atas panggung, tapi saya yakin bukan empat orang), tampil membawakan beberapa lagu cover, seperti lagu Dia Dia Dia milik Afgan dan Tak Ada Logika milik Agnes Monica. Dan hell yeah, mereka keren! Terlihat cupu ternyata tidak berarti permainannya juga cupu! Coba lihat si lead-guitarist yang mukanya terlihat cengo, ternyata permainan gitarnya mantap! *my bad*

Petualangan baru berlangsung setengah jalan, dan saya bahkan belum menceritakan penemuan terbesar saya di Java Jazz tahun ini. Hohohoho, tunggu di part 2 yah, saya udah cape ngetiknya nih. :) Masih akan ada Drew, Jose James, dan Acoustic Alchemy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s