“Pakar” Telematika

Beberapa minggu belakangan ini di milis FPK (Forum Pembaca Kompas) lagi rame ngebahas ttg seorang “pakar” telematika di Indonesia. Pertama kali mulai diomongin karena gosip-gosip bahwa sang “pakar” telah diangkat oleh SBY menjadi staf ahli Presiden bidang telematika. Beberapa anggota milis mulai membahas julukan “pakar” yang dimilikinya. Seorang anggota milis mengatakan, bahwa seorang pakar dinilai dari berapa banyak penelitian yang telah dihasilkan, berapa banyak buku yang telah dibuat, dan beberapa syarat lainnya. Lantas beliau membandingkan syarat-syarat tersebut dengan sang “pakar”. Jawabannya : tentu saja sang “pakar” tidak layak disebut “pakar”.

Selanjutnya, muncul isu mengenai latar belakang pendidikan sang “pakar”. Tertulis bahwa sang “pakar” bukan lulusan teknik ataupun informatika, melainkan lulusan ilmu sosial. Sementara, beliau memiliki hobi memotret, dan hal itulah yang membawanya tertarik pada dunia fotografi. Terkuak pula bahwa ternyata beliau bukan Dosen UGM, melainkan hanyalah dosen tamu di UGM, dan itupun telah tidak aktif sejak beberapa tahun belakangan.

Kemudian diskusi mulai beralih ke kehidupan keseharian sang “pakar”. Beberapa anggota milis mempertanyakan kesibukan beliau selain muncul di televisi untuk mengklarifikasi masalah foto-foto p**** (disensor ya, takut kena cekal sama pemerintah,, hehehe..). Menurut anggota milis, secara logika, apakah seorang pakar telematika (telekomunikasi dan informatika) memiliki waktu sebanyak itu untuk memeriksa keaslian suatu foto, dan mengadakan konferensi pers untuk hal itu.

Padahal, yang namanya pakar telematika, seperti Onno W Purbo (Dosen ITB), memiliki kesibukan yang luar biasa. Menghadiri seminar di berbagai kota, menjadi pembicara di berbagai acara, mempelajari perkembangan teknologi informasi yang terbaru, dan hal-hal lainnya. Apakah mungkin seorang ahli telematika lebih sibuk mengurusi foto porno ketimbang hal lainnya yang lebih penting?

Selanjutnya, anggota milis mempermasalahkan durasi kemunculan beliau di internet. Terlepas dari komentarnya yang keliru mengenai blogger, cracker, carder, dan hacker, para pengguna internet juga mempertanyakan mengapa beliau tidak memiliki situs atau blog. Kalaupun bukan situs atau blog, setidaknya ada tulisan beliau mengenai materi teknologi informasi di halaman web. Tapi ternyata hal tersebut sangat sulit ditemukan di internet.

Semua poin di atas akhirnya menghasilkan kesimpulan, bahwa sang “pakar” ternyata bukan pakar yang sebenarnya, melainkan seseorang yang pandai memasarkan diri di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang manut-manut ini. Akhirnya, masalah apapun mengenai teknologi informasi (termasuk foto p****), para wartawan dan masyarakat awam langsung men gingat beliau.

Sementara menurut saya sendiri, beliau tidak lebih merupakan seseorang yang lihai dan pandai memanfaatkan peluang. Terlepas dari kemampuan telematika beliau (yang bisa membedakan foto asli dan foto palsu.. hihihihi.. pake picassa atau ACDSee juga bisa bos…hehe), beliau memanfaatkan kelemahan masyarakat Indonesia dan mampu memanfaatkan kemampuan komunikasinya yang sangat baik itu demi ketenaran dirinya.

4 thoughts on ““Pakar” Telematika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s