teologia sukses,,

Minggu ini di GII Hok Im Tong, khotbahnya mengambil tema “Lancar Berkarya”, dan tiba-tiba aja gw jadi keinget sama salah satu materi katekisasi di gereja yang sama, sekitar bulan maret lalu. Namanya teologia sukses.

Ajaran (aliran?) ini mengajarkan bahwa sebagai orang Kristen, kita harus sukses, terutama dalam hal materi. Jika kita sudah jadi orang yang punya banyak harta, punya jabatan, sekolah di sekolah terbaik, prestasi yang cemerlang, baru kita bisa dibilang sebagai orang beriman. Sebaliknya, kalo kita miskin, punya banyak utang, sakit2an, artinya kita kurang beriman, atau ada dosa yang harus kita akui di hadapan Tuhan.

Beberapa gereja menganut teologia ini, misalnya Bethanie (terlihat dari slogannya), dan gereja gw sendiri di Jakarta, tiberias. meski emang ngga disebutkan secara gamblang, tapi terlihat dari khotbah-khotbah dan renungan-renungan yang diberikan setiap minggunya..

Gw ngga berani menghakimi bahwa teologia ini adalah aliran yang salah,, ngga lah.. tapi gw cuma mau berbagi pemikiran gw aja,, gw kurang setuju sama teologia ini, karena menurut gw, teologia ini terlalu mengukur tingkat keimanan dan “kebenaran” manusia dari hal-hal yang fisik,, dari harta yang dimiliki, dari kesehatan yang dipunya, dari keberhasilan sekolah, kesuksesan kerja, karir, dan lain-lain,, padahal, yang namanya sukses itu kan bukan itu aja,, apakah orang yang sakit-sakitan itu bisa dibilang tidak sukses menjaga hidupnya? apakah orang yang tidak lulus sekolah itu berarti dia kurang beriman dan kurang taat sama perintah Tuhan? menurut gw ngga..

Kenapa?

Karena Tuhan punya rencana indah buat kita semua,, tapi indah menurut mata-Nya, dan bukan indah menurut kita,, kalau secara manusiawi, gw juga berpikiran bahwa yang indah menurut gw ya gw bisa kuliah lancar, tanpa ada masalah, dan lulus dengan cum laude,, trus gw ngga pernah kekurangan duit,, trus keluarga gw baik-baik semua,, iya kan? tapi apa itu indah menurut Dia? siapa yang tau?

Jadi sangat ngga adil kalau kita bilang orang-orang yang sakit-sakitan, hidup susah, ngga dapet2 jodoh, ngga dapet2 kerjaan, itu semua karena dia kurang beriman atau karena kurang taat sama perintah Tuhan.. banyak orang yang memilih hidup untuk menjadi penginjil ke pedalaman papua, pedalaman kalimantan, yang hidupnya susah, yang ngga punya mobil, ngga bisa hidup tenang, sakit2an, tapi memang Tuhan punya rencana buat dia,, ya kan? rencana Tuhan ya seperti itu, dan dia bisa apa selain menjalani kehidupannya dengan sebaik-baiknya? apa adil kalau kita bilang, bahwa mereka kurang beriman ketimbang orang2 yang hidup di kota, punya banyak harta, dan hidup sehat?

kadang kita perlu hidup susah dulu untuk tau gimana bersyukur akan hidup berkecukupan,, kadang kita harus susah dapet jodoh dulu baru mau bersyukur atas jodoh yang kita miliki,, kadang kita harus sakit dulu untuk bisa menghargai kesehatan,, tubuh yang sehat dan karir yang baik tidak berarti kita beriman,, dan tubuh yang sakit2an serta ngga dapet2 kerjaan ngga berarti kita kurang beriman,, tapi memang karena itu semua rencana besar-Nya,,

am i right? am i wrong?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s