Caleg Poligami

Membaca berita mengenai pengumuman nama-nama caleg (calon legislatif) yang melakukan poligami ini, sebenarnya saya setuju-setuju saja. Hanya sangat disayangkan, komentar-komentar di berita ini sungguh tidak mengenakkan. Lagi-lagi sistem moderasi komentar di detik.com tidak berjalan dengan semestinya. Sungguh disayangkan.

mattaPengumuman nama caleg yang melakukan poligami, awalnya diprakarsai oleh Solidaritas Perempuan Indonesia, karena menganggap bahwa caleg yang melakukan poligami berarti tidak memiliki perspektif perempuan. Masalahnya sekarang, isu ini dikaitkan dengan isu politik, yaitu dalam rangka menjatuhkan caleg yang telah melakukan poligami, sebut saja Anis Matta, sekjen DPP PKS. Beliau memiliki 2 istri, di mana istri keduanya berkebangsaan asing (CMIIW).

Padahal, poligami menurut agama Islam, adalah sah. Menurut beberapa komentar di berita tadi, poligami adalah FASILITAS dari Tuhan, jadi boleh digunakan, boleh juga tidak. Tidak ada yang mewajibkan poligami, dan di sisi lain, tidak ada pula yang melarang.

Masalahnya di sini adalah, bahwa pemilih (sebut saja saya), menginginkan informasi yang sejelas-jelasnya mengenai calon-calon yang akan saya pilih. Tentunya saya tidak mau memilih kucing di dalam karung, karena kucing itulah yang akan mewakili saya 5 tahun ke depan. Jika saya tidak tahu kredibilitasnya, tidak tahu kapasistasnya, dan tidak tahu latar belakangnya, maka saya memilih untuk tidak memilih mereka.

Begitu pula dengan hal ini. Pengumuman ini, menurut saya adalah hal yang perlu. Para caleg seharusnya tidak perlu takut, karena keputusan tetap pada sang pemilih, apakah kelakuan poligami sang caleg mengubah pandangan sang pemilih kepada caleg tersebut. Inilah yang namanya demokrasi, bukan begitu? Biarkan pemilih melakukan pilihan, sementara yang mencalonkan diri untuk dipilih, silahkan tunjukkan kelebihan anda!

 

One thought on “Caleg Poligami

  1. sebenernya menurut gw sih ga masalah ketika diumumkan “caleg mana aja yang berpoligami” toh mereka menikah secara sah, dan.. masa sih takut klo diumumin? dulu pas nikah juga bikin resepsi yang ngundang orang-orang ( it should be :lol: )

    cuma yang sedikit menjadi masalah dalam “pengumuman” itu adalah pendramatisirannya itu. klo ga didramatisir itu sebagai aksi “pertempuran demi membela kaum wanita” sih ya ga salah… terlalu banyak tendensi di sana.

    saya sendiri ga pengin poligami, tapi sekiranya saya poligami dan semua orang teriak2 “wooy si Isa poligami” paling saya jawab, “anda benar” wkwkwk…

    cuma masalahnya adalah dramatisasi dan tendensi yang ada di pengumuman tsb.

    dan satu lagi, klo emang “solidaritas perempuan Indoenesia” itu beneran solider ama perempuan, coba berani ngga tampilin caleg2 mana yang selingkuh , hihi… bukankah selingkuh jelas2 merupakan penghinaan besar terhadap perempuan? sekalian bantu2 istri2 peselingkuh itu tahu tabiat buruk suaminya, daripada terus2an dibohongi. hehe… peace ah…

    klo komen gw memancing perdebatan ga perlu di blog u , mending hapus aja hehehehehe…. lanjutin di leb aja… hehe..

    toh pada dasarnya gue sepakat dengan ide utama artikel u yg ini , yaitu “kenapa harus takut?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s