The Curious Case of David Hartanto Widjaja

Kasus “bunuh diri” David Hartanto Widjaja, sudah lebih dari 3 minggu berlalu. Seminggu belakangan, saya yang awalnya mengikuti perkembangan kasus ini, tiba-tiba kehilangan informasi di tengah-tengah kesibukan. Baru weekend kali ini, saya kembali googling dan mencari informasi tentang kasus ini, dan menemukan beberapa informasi baru. Dan saya jadi “tergelitik” untuk menulisnya di sini.

david-prof-chan Saya tidak kenal David. Saya bukan saudaranya, teman dekatnya, ataupun teman onlinenya. Satu-satunya yang menghubungkan hanyalah yayasan BPK Penabur, tempat saya sekolah dari TK hingga SMP, yang kebetulan juga adalah tempat David sekolah dari SD hingga SMA. Kami tidak satu sekolah, hanya satu yayasan, yang di dalamnya terdapat banyak sekali sekolah, dari TK hingga SMK. Tapi entah kenapa, sejak awal kasus ini mencuat, saya merasa tertarik sekali dengan kasusnya.

pisau Pemberitaan miring di Singapura, yang sejak awal menyatakan bahwa David yang menyerang Prof Kap Luk Chan (bisa juga dilihat di sini), dan kemudian melanjutkan aksinya dengan menyayat pergelangan tangannya sendiri untuk bunuh diri, dan kemudian menjatuhkan diri dari lantai 4 NTU,  terkesan menyudutkan sang korban. Bahkan ada situs berita yang justru memberitakan semua prestasi sang Profesor, tanpa memberitahukan prestasi David.

Begitu banyak kejanggalan-kejanggalan yang ternyata ditemukan oleh teman-teman blogger (bisa cek di sini, di sini, ataupun di sini, bahkan di sumber-sumber lainnya), yang mungkin tidak mengandalkan hasil penyelidikan kepolisian Singapura ataupun keterangan dari para saksi secara langsung, namun mengandalkan logika dan nalar, setelah melihat kenyataan-kenyataan yang ada.

ST_IMAGES_SSNTU-JJA Tapi lantas, topik ini menjadi begitu menarik, karena setelah kejadian “bunuh diri” David (yang lantas dikoreksi oleh media Singapura menjadi kasus “jatuh dari lantai 4”), muncul lagi sebuah kasus bunuh diri, di divisi yang sama dengan David dan Prof Kap Luk Chan, yaitu Electrical and Electronics Engineering (EEE), bahkan berada di lab yang sama dengan keduanya. Zhou Zeng, nama pria tersebut, 0002-1024x340clip-1024x62 dikabarkan meninggal gantung diri di apartemennya. Tidak ada keterangan jelas, apa yang memotivasi Zhou untuk gantung diri. Kebetulan? Mungkin saja. Tapi coba lihat satu berita ini lagi.

KLHu 30 Maret 2009, Dr Hu Kun Lun, tewas ‘tertabrak’ mobil di Singapura. Lagi-lagi, peneliti asal Cina ini berasal dari divisi EEE, tempat David, Zhou dan Prof Kap Luk Chan berada. Menurut kesaksian para saksi mata, beliau tergesa menyebrang jalan, dan tidak melihat adanya mobil yang melintas. Hu pun tewas di tempat kejadian. Kebetulan? Sangat mencurigakan.

Seperti diberitakan, penelitian David yang termasuk 3 penelitian terbaik di NTU, yaitu mengenai Multiview aquisition from multicamera configuration for person adaptive 3D display”. Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan dalam dunia pertahanan, untuk mencari seseorang yang berada dalam kerumunan dengan menggunakan identifikasi retina ataupun sidik jari. Artinya, penelitian ini bernilai sangat tinggi, terutama bagi Singapura yang tentunya membutuhkan teknologi mutakhir dalam aktifitas pertahanan dan keamanan, mengingat minimnya jumlah pasukan keamanan di negara kecil tersebut. Buktinya, hingga kini, laptop yang berisi hasil penelitian David disita oleh kepolisian Singapura untuk kepentingan penyelidikan.

Konspirasi?

 

2 thoughts on “The Curious Case of David Hartanto Widjaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s