“Daripada zinah…”

Kawin siri, poligami, dan perbuatan-perbuatan sejenisnya, sangat sering menggunakan alasan “daripada zinah”. Jadi, daripada zinah, mendingan kawin siri. Jadi ngga zinah. Daripada selingkuh terus-terusan di belakang istri resmi, mendingan poligami aja, jadinya tidak zinah. Daripada pacaran lama-lama, mendingan meski baru kenal sebulan langsung kawin aja, daripada zinah.

Shit.

Alasan apaan sih itu?! Pembenaran doang. Bahkan orang sekelas Ustadz Yusuf Mansyur-pun punya pandangan yang sama. 

Apakah perkawinan itu hanya identik dengan seks? Apakah pacaran artinya berpotensi besar melakukan perzinahan? Apakah hawa nafsu jauh lebih penting daripada kecocokan, pertemanan, komunikasi, dan hal-hal lain di dalam membangun hubungan antara laki-laki dan perempuan?

Padahal perkawinan, menurut saya, adalah perbuatan sekali seumur hidup. Tidak ada alasan “sudah tidak ada kecocokan” yang cukup kuat untuk menjadi alasan berakhirnya sebuah perkawinan. Oleh karena itu juga, maka alasan “daripada zinah” juga tidak dapat diterima. Karena perkawinan bukan hanya tentang itu.

Pihak-pihak yang memberikan alasan tersebut, tanpa mengurangi rasa hormat saya, adalah pihak yang justru terlihat lebih mementingkan seks ketimbang hal lainnya. Sangat jelas terlihat bahwa alasan “daripada zinah” dikeluarkan karena ada kecenderungan yang besar untuk melakukan zinah. Hal itu dapat terjadi karena orientasi pihak-pihak tersebut adalah hal-hal yang berhubungan dengan zinah.

Jadi, daripada zinah…..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s