Hidup setelah mati, adakah?

Kamis kemarin, adalah perayaan Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus, yaitu 40 hari setelah bangkitnya Yesus dari kematian. Ibadah diadakan seperti layaknya hari Minggu, dan kali ini saya tertarik dengan khotbah sang Pendeta yang saya hadiri.

Beliau menyinggung mengenai kehidupan setelah mati, yaitu bahwa setelah meninggal, maka kita akan hidup kembali, tapi bukan dengan tubuh fisik, melainkan dengan tubuh kemuliaan. Setelah mati, kita juga akan masuk ke dalam Firdaus terlebih dahulu, sebelum masuk ke dalam sorga yang sebenarnya, yaitu ketika Yesus datang untuk kedua-kalinya dan membawa semua orang percaya ke sorga, termasuk orang yang sudah mati sebelumnya, ataupun yang masih hidup.

Saya tidak meragukan atau mempertanyakan kebenaran dan keabsahan dari statement ataupun ajaran ini, karena saya tidak dalam kapasitas menjawab, ataupun memiliki pengetahuan yang memadai untuk membantahnya. Yang jadi pertanyaan saya (dan mungkin jutaan orang lainnya) adalah, apakah hidup setelah mati itu ada? Apakah ada sorga?

Ada pernyataan yang bilang : “membuktikan Tuhan itu ada memang susah, namun membuktikan Tuhan itu tidak ada, justru jauh lebih susah.” Saya setuju. Tapi bagaimana dengan pembuktian bahwa sorga itu ada? Apakah sulit membuktikan bahwa sorga itu tidak ada?

Sang Pendeta menjawab pertanyaan saya tanpa saya perlu menanyakan. Ia menyebutkan, bahwa jika tidak ada tujuan setelah hidup, maka silahkan hiduplah sesukanya. Toh mati bukanlah kerugian. Dan buat apa hidup lama di dunia, kalau akhirnya akan hilang begitu saja? Berbuatlah semaunya, tanpa ada aturan, tanpa ada batasan. Toh tidak ada yang melarang dan membatasi.

Tapi lantas kenapa manusia semua hidup dalam aturan? Lantas kenapa manusia menciptakan agama? Untuk apa semuanya? Kenapa tidak dibiarkan saja? Mungkin karena ada sorga dan neraka. Atau ada kehidupan setelah kematian. Maka kita, sebagai manusia, mulai melakukan berbagai tindakan untuk kehidupan kita selanjutnya.

Ada yang percaya kepada sang Juruslamat, karena hanya Dia-lah jalan menuju sorga. Ada yang berbuat baik, supaya amal dan ibadahnya menjadi alat untuk membawa dia ke sorga. Ada yang berbuat baik, agar di kehidupan selanjutnya dapat ber-reinkarnasi menjadi makhluk sempurna. Dan berbagai perbuatan lainnya. Kenapa? Karena kita takut pada neraka? Karena kita mendambakan sorga? Karena KITA PERCAYA ADA KEHIDUPAN SETELAH MATI?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s