Service Charge?

Ah. Urusan begini, pasti saya gampang panas deh. Heran sendiri.

Semalam, ketika makan di sebuah “kedai” mie Jepang di sebuah mall di jantung ibukota, saya tertegun melihat struk tagihan-nya. Bukan, bukan karena nominalnya (halah), namun lebih karena komponen-komponen yang terdapat di dalamnya.

Begini.

Total harga makanan yang kami makan, adalah Rp88.000. Untuk menghemat waktu, saya langsung lihat grandtotal-nya saja, dan tertera : Rp106.480.Wow“, saya pikir. Koq dari total Rp.88.000 bisa menjadi Rp.106.480 jika ditambah dengan PB1 (kan tidak ada PPN terhadap makanan di restoran, betul?). Itu hampir Rp.20.000 loh, yakni sekitar 18-an% dari total harga makanan sebenarnya. Padahal, besar PB1 maksimal adalah 10%.

Selidik punya selidik, ternyata ada service charge yang dikenakan pada kami, yang besarnya (nah ini yang agak mengkhawatirkan) adalah 10%. Sepanjang hidup saya selama (hampir) 24 tahun ini, baru kali ini lah saya menemukan service charge sebesar itu. Jadi, penghitungannya adalah :

Harga Makanan : Rp88.000,-

Service charge : 10 % = Rp8.800,-

Total : Rp96.800,-

PB1 10% : Rp9.680,-

GrandTotal : Rp. 106.480.

For your information, service charge adalah biaya yang dikenakan oleh restoran, atas servis yang diberikan kepada pembeli. Hasil pendapatan dari service charge, masuk ke kas restoran, bukan ke Pemda (seperti PB1) atau ke negara (seperti PPN). Pengelolaannya, akan diatur oleh pengelola restoran, meskipun pada awalnya, dana service charge digunakan untuk menambah pendapatan para pelayan yang melayani langsung sang pembeli. Jadi, sebenarnya, service charge tidak ubahnya adalah tip, yang dalam hal ini, dikutip secara langsung oleh pihak restoran, bukan berdasar pada kerelaan sang pembeli.

Yang menjadi masalah adalah, tidak adanya keseragaman dalam penerapan service charge. Sejauh saya menggoogling, saya tidak menemukan adanya peraturan mengenai kriteria restoran (atau perusahaan sektor jasa lainnya) yang berhak mengenakan service charge pada para pembelinya. Begitu pula dengan besaran maksimal service charge yang boleh dikenakan, karena sejauh ini, ada yang hanya 3,5 %, 5%, dan 7,5%.

Hal ini mengusik saya, karena berdasarkan pengalaman kemarin, restoran tersebut (menurut saya) kurang pantas mengenakan service charge sebesar 10% kepada para pembelinya, dengan pelayanan yang standar-standar saja. Dengan lokasi meja kami yang berada di lorong mall (yang mana dilewati oleh pengunjung lain), kemudian dilayani oleh pelayan yang juga biasa-biasa saja pelayanannya, tidak ada koneksi wi-fi, tidak ada perlakuan khusus, dan hal lainnya yang “biasa-biasa” saja, 10% merupakan angka yang cukup fantastis. Bayangkan jika restoran tersebut beromzet 200 juta sehari, maka 20 juta didapatkannya “hanya” dengan servis yang jauh dari “luar biasa”.

Di Amerika dan Eropa, service charge diperlakukan betul-betul layaknya tip, dan pembeli berhak untuk menolak membayar service charge, jika dapat memberikan alasan yang logis, terutama menyangkut servis yang diberikan restoran tersebut. Di sana pula, pembeli dapat memilih untuk memberi tips langsung kepada pelayan ketimbang membayar service charge, jika mereka ragu pada pengelolaan dana service charge yang dilakukan oleh restoran.

Menurut saya, alangkah baiknya jika ada standar mengenai kriteria restoran yang pantas mengenakan service charge dan tidak, serta pengaturan besaran service charge berdasarkan fasilitas yang diberikan kepada pembeli.  Supaya terdapat kontrol di tangan pembeli, untuk mendapatkan hak-haknya, sesuai dengan harga yang dibayarnya.

3 thoughts on “Service Charge?

  1. Hey Bro thanks for the info~! :) I found this information pas gua kebetulan mencari detail tentang service charge and how it is distributed in the restaurant among the staffs who are on the floor and people in the office. Thanks so much!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s