Haruskah Saya Berubah?

Wow. Another question. Sepertinya banyak sekali pertanyaan di hidup saya yah. :)

Post ini terinspirasi dari seorang teman, yang menuliskan pemikirannya di blog. Nice post, dan saya jadi teringat pada sebuah permainan dalam sebuah training beberapa minggu yang lalu.

Permainannya adalah menyusun potongan-potongan karton yang bermacam-macam bentuk, menjadi sebuah bujur sangkar. Potongannya terdiri dari 2 buah segitiga sama sisi ukuran kecil, sebuah segitiga sama kaki ukuran besar, sebuah bujur sangkar kecil, sebuah persegi panjang, sebuah trapesium, dan sebuah jajar genjang. Peraturannya adalah, potongan-potongan tersebut harus digunakan semuanya untuk membentuk bujur sangkar besar, dan tidak boleh ada yang tumpang tindih. Potongan tersebut boleh diputar ke manapun, namun tidak boleh dibalik.

Saya gagal menyusunnya. Sulit sekali menemukan komposisi yang pas untuk potongan-potongan tersebut. Terutama untuk potongan trapesium dan jajar genjang. Bentuknya yang kurang simetris dan “tidak jelas” terkadang membuat saya frustasi, karena mereka tampaknya selalu mengacaukan komposisi. Sampai akhirnya sang trainer memberikan solusi, daaan voila..potongan-potongan tersebut tersusun dengan rapi membentuk sebuah bujur sangkar besar.

Di manakah letak pesan moral permainan ini?

Ternyata, permainan sederhana tersebut memiliki pesan moral yang sungguh luar biasa. Potongan-potongan bentuk tersebut, memiliki keunikannya masing-masing. Ada yang bentuknya standar atau lempeng-lempeng saja, seperti bujur sangkar atau persegi panjang. Tapi ada pula yang bentuknya unik, dan kelihatan sulit dipasangkan dengan bentuk lainnya, seperti jajar genjang. Ada pula yang bentuknya dominan, yakni segitiga sama kaki yang besar tersebut.

Begitu pula dengan karakter manusia. Ada yang mudah beradaptasi, ada yang pintar berkomunikasi. Mungkin digambarkan dengan bentuk persegi panjang, yang mudah masuk di posisi apa saja. Ada pula yang mungkin pendiam, dan tidak terlalu vokal dan keras dalam berpendapat, misalnya si segitiga sama sisi yang kecil tadi. Namun ada pula yang unik, yang terasa sulit untuk bisa cocok, misalnya jajar genjang atau trapesium.

Tapi, ketika letak dan posisinya sudah tepat dalam sebuah formasi membentuk bujur sangkar besar, maka masing-masing potongan tersebut ternyata saling melengkapi satu dan lainnya. Tanpa jajar genjang yang bentuknya aneh tadi, tentu bujur sangkar bukanlah bujur sangkar. Tanpa segitiga sama sisi yang kecil, tentunya bujur sangkar tersebut tidak akan terbentuk sempurna.

Inilah yang saya ambil dari permainan tersebut. Kita, sebagai manusia, diciptakan berbeda-beda. Manusia juga memiliki sifat yang sangat beragam. Ada yang mudah dan bisa cocok di mana saja, seperti persegi panjang. Ada yang pemalu dan memiliki peran yang kecil, seperti segitiga sama sisi. Ada pula yang sulit, seperti jajar genjang dan trapesium.

Tapi apakah lantas membuat persegi panjang memiliki nilai lebih ketimbang jajar genjang? Apakah lantas membuat jajar genjang harus mengubah bentuknya supaya bisa bersama-sama membentuk bujur sangkar besar? Tentu tidak. Masing-masing kita diciptakan untuk saling melengkapi, sebagaimanapun sifat dan karakter yang Tuhan berikan kepada kita. Seaneh apapun kita menilai diri sendiri, dan serendah apapun kita memberikan penilaian pada diri sendiri, tapi ternyata kita tetap memiliki fungsi dan peran dalam kehidupan.

Terkadang kita menemukan orang-orang yang “sulit“, baik itu di dalam keluarga, pertemanan, atau rekan kerja. Atau mungkin, justru KITA-lah orang sulit tersebut. Terkadang kita harus berpikir keras, berusaha untuk menyesuaikan diri dengan orang lain. Tapi, seperti permainan di atas, yang perlu kita lakukan hanyalah memutar, mengganti posisi, menukar tempat, dan usaha lainnya tanpa harus mengubah bentuk kita.

Penerimaan atas diri sendiri, adalah langkah pertama kita bisa menerima orang lain. Pengenalan atas “bentuk” kita, merupakan sebuah langkah penting, sebagai pedoman kita dalam “memutar”, “mengganti posisi”, atau “bertukar tempat”, dalam kaitannya dengan hubungan terhadap orang lain.

Dan percayalah, kita semua diciptakan untuk membentuk “bujur sangkar besar” dalam kehidupan ini. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s