titik terendah

Pernahkah anda berada pada titik terendah dalam hidup anda? Atau setidaknya, titik terendah yang pernah anda alami sampai saat ini. Pernah? Dan apa yang anda lakukan? Berusaha bangkit kah? Atau menerima kenyataan, sambil berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya?

Ketika seseorang berada pada titik terendahnya, saya yakin, ada reaksi yang naluriah dari dalam diri kita. Reaksi yang keluar dengan sendirinya, tanpa perlu diusahakan ataupun dipaksa keluar. Karena memang keadaan sudah memaksanya keluar secara otomatis.

Kadang beban hidup membuat kita merasa bahwa kita adalah manusia paling sengsara di dunia. Terkadang, pikiran kita melipatgandakan masalah yang sebenarnya kita hadapi.Betul, kita sendiri yang menjadi tolok ukur dari berapa banyak masalah yang bisa kita tanggung. Kadang kita merasa beban hidup kita terlalu banyak  untuk ditanggung. Tapi pertanyaan abad ini adalah tetap dan selalu : how much is too much?

Seberapakah dapat dikatakan terlalu banyak, hingga akhirnya memaksa reaksi alamiah kita keluar, dan berusaha menyelamatkan kita dari beban yang semakin menghimpit? Ada yang berusaha melawan, dengan memberontak. Ada yang pasrah, dan melanjutkan hidupnya dengan kesia-siaan. Ada pula yang mundur, dan masuk ke “gua” miliknya sendiri, di mana semua kondisi dapat dikendalikan oleh dirinya.

Sungguh mudah memberikan nasihat indah dan kata-kata penyemangat kepada orang lain, di mana kita sebenarnya berada bersebrangan dengan orang tersebut. Betapa mudahnya mengatakan “ini bukan apa-apa“, padahal bagi orang lain, “ini adalah segalanya“. Dan betapa naifnya untuk berkata “semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya“, padahal orang lain merasa “tak ada lagi hari esok; hari ini adalah hari terakhir, dan lihat apakah semuanya baik-baik saja?

Kind of bullshit, but in fact, it works for some peoples. Orang-orang audio yang kecenderungannya dipengaruhi lewat kata-kata, akan dengan mudah menerima sugesti seperti ini. Tapi tidak semua orang adalah orang audio. Ada juga kategori orang visual, di mana dapat tersugesti lewat penglihatannya. Melihat apa yang dirasa baik, yang dapat menjadi penyemangat. Mungkin ini gunanya tumblr.com

Dan yang paling sulit adalah orang kinestetik, yang harus mencoba untuk dapat terpengaruh oleh lingkungannya. Adalah hampir tidak mungkin menyuruh orang seperti ini untuk maju, jika bukan karena otaknya menyuruh ia untuk maju, karena sudah pernah melakukannya sebelumnya dan terbukti bahwa tidak terjadi apa-apa yang berbahaya.

And how do I know that this is my lowest level of my life, if I never been there before?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s