mengapa selalu bertanya?

Sebuah pemikiran mampir di kepala saya siang ini. Membaca postingan saya di post-post terdahulu, seringkali berisi mengenai pertanyaan, pertanyaan dan pertanyaan. Saya punya pemikiran, bahwa terkadang pertanyaan tidak harus dijawab dengan sebuah jawaban, tapi bisa juga dijawab dengan sebuah pertanyaan lainnya. Tapi mengapa harus bertanya?

Maka saya menemukan sedikit pencerahan. Sedikit logika yang membuat saya tersenyum. Karena manusia pada dasarnya memang membutuhkan banyak jawaban dalam hidupnya. Dan jika tidak bertanya, bagaimana mungkin mendapatkan jawaban? Maka langkah pertama untuk mendapatkan jawaban, jawaban apapun itu, adalah bertanya. Sepakat?

:)

3 thoughts on “mengapa selalu bertanya?

  1. oiya soal postingnya… kdg2 pertanyaan muncul sprti “di luar” kehendak kita bang. jd, seperti muncul begitu saja… dan kata orang, pertanyaan adalah awal kearifan. :)

  2. aih, merendah aja nih.. kayak gitu koq dibilang blog abal2.. :P Betul bang, makanya (Alm) Dono bilang, malu bertanya sesat di kamar. Dan terkadang kita malu bertanya karena takut dikira bodoh.

    Tapi saya tetep paling tertarik dgn bagian “tidak semua pertanyaan dijawab dengan jawaban. kadang dijawab oleh pertanyaan lainnya.” Apa betul begitu ya? :P *lagi2 bertanya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s