terhubung

Baru baca “Have A Little Faith“-nya Mitch Albom belum juga sampe setengah, tapi udah sok-sok an mau nulis tentang buku itu. Aaah, ini kan blog saya, jadi suka-suka yah. :)

Sangat tertarik dengan sebuah bagian dari buku ini, yakni ketika Albert Lewis ditanyakan mengenai rutinitas yang selalu ia lakukan. Mengapa ia selalu setia melakukan rutinitas yang sama? Tidakkah ia bosan? Sang Rabi hanya menjawab, bahwa melakukan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dari dulu oleh orang-orang di jaman sebelumnya, membuat kita merasa “terhubung“. Yup. Terhubung.

Wow, sungguh sebuah penohokan – andai kata itu memang ada. Zaman memang selalu berubah, manusia selalu berkembang, dan pasti banyak hal yang sudah tidak sama lagi seperti dulu. Lantas apa yang membuat kita terhubung dengan para pendahulu kita? Apa yang membuat kita merasa memiliki koneksi dengan mereka?

Saya cukup tertarik dengan sejarah. Sejarah apapun. Ditambah lagi, saya tipe manusia visual. Kadang ketika membaca peristiwa Rengasdengklok yang terjadi hari ini 65 tahun yang lalu, saya membayangkan para pemuda sedang berdiri di hadapan Soekarno dan memaksanya membuat teks proklamasi. Saya membayangkan suasana bersejarah tersebut, dan merasa bersyukur mereka melakukannya sehingga saya bisa duduk di sini saat ini dengan tenang, tanpa ada bunyi tembakan dan ledakan mortir.

Terkadang saya membayangkan Daud yang sedang menggembalakan domba sambil bernyanyi lagu-lagu yang kini dapat saya baca di Kitab Mazmur. Kadang saya membayangkan suasana ketika para Imam Besar membacakan hukum Taurat di saat ibadah di Israel sana, dan kini saya membaca teks yang sama dari Alkitab saya. Wow. Tidakkah saya merasa terhubung dengan mereka? Dengan masa lalu? Dengan ribuan tahun yang lalu?

Begitu juga dengan ritual. Shalat misalnya, sudah dilakukan sejak beribu tahun yang lalu. Dengan gerakan yang sama. Makna yang sama. Tidakkah setiap kali anda shalat, anda merasakan bahwa anda terhubung dengan masa lalu? Dapatkah anda bayangkan, bahwa ribuan tahun yang lalu, ada juga orang-orang yang melakukan gerakan yang sama seperti yang anda lakukan hari ini?

Itu pula sebabnya, saya lebih nyaman beribadah di gereja konvensional, seperti HKBP, GKI, atau sejenisnya, ketimbang di Bethel atau gereja karismatik lainnya. Memang terdapat beberapa modifikasi dan penyesuaian tata ibadah, tapi saya secara pribadi betul-betul merasakan keterhubungan antara masa kini dengan masa lalu, melalui aktivitas yang saya lakukan dalam ibadah tadi. Nyanyian yang relatif sama dari masa ke masa, urutan ibadah yang konsisten, justru menimbulkan keyakinan pada diri saya, bahwa bila ini dilakukan di masa lalu, maka eksistensinya hingga saat ini merupakan sebuah hal yang istimewa.

One thought on “terhubung

  1. armeynnn..gw yang menjalankan sholat aja ga pernah kepikiran dengan ribuan tahun yg lalu sholat telah dilakuakn dengan gerakan yg sama,makna yg sama! keren-keren pemikiranlo!jadi mulai mikirin deh gw! haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s