2640

Nomor di atas bukan nomor togel. Atau nomor ekstension saya. Bukan. Angka tersebut adalah jumlah hari mulai dari tanggal 2 Juli 2003, hingga hari ini 23 September 2010.

Ada apa dengan 2 Juli 2003? Mungkin gre tau. :) Ya, pada hari itu, Rabu malam (percayalah, saya juga lupa hari apa waktu itu. Tapi itulah gunanya fitur kalender di windows, bukan? hehehe), saya memutuskan untuk menyampaikan perasaan saya padanya. Kami berbeda pulau. Saya di sumatra, di Medan tepatnya. Lebih tepat lagi : di bangku panjang milik ompung saya, di rumahnya. Dia? Dia di rumahnya, di Jakarta, Duren Sawit tepatnya.

Getaran-getaran di handphone, ternyata menggetarkan hati saya juga (ahiy!). SMSan yang telah dimulai sejak berminggu-minggu sebelumnya, ternyata menghantarkan saya pada keadaan di mana saya tak bisa lagi mengelak. Mengelak dari apa? Dari perasaan saya. Entah bagaimana tepatnya, hingga malam itu akhirnya saya memberanikan diri menyatakan perasaan saya. Lewat sms. (Silahkan hina dan cela saya, saya sudah kebal.) Ya, level saya saat itu memang baru dari sms. Tapi toh dari sms seharga 350 rupiah tersebut, terciptalah momen-momen yang tidak dapat dibayar oleh uang. Momen-momen yang banyak membentuk saya seperti saat ini. Priceless.

2640 hari sejak hari itu, telah begitu banyak yang kami lalui. Masa-masa labil anak SMA, kegundahan akan masa depan, masa-masa berkuliah bersama, momen kelulusan yang dramatis, deg-degan menghadapi dunia kerja, dan pahit manis pertengkaran dan baikan, menjadi warna warni luar biasa dalam hidup saya.

2640 hari sejak hari itu, saya masih di sini, setelah berjuang melawan ego dan pikiran bodoh. Dia juga masih di sini, di samping saya, tempat yang telah dibuatkan Tuhan hanya untuknya. Dia juga telah berjuang melawan rasa sakit, letih, bosan dan khawatir, dan memenangkan sebagian besar dari itu. Sisanya? Masih akan terus diperjuangkan sampai nanti. Kami juga telah melewati banyak hal, dan hanya melewatkan sedikit hal.

2640 hari sejak hari itu, kami telah dibentuk.  Berbeda jauh dari saat kami baru saling mengenal, dan terus menerus saling membentuk setiap harinya. Lewat pembicaraan, pemikiran, pertengkaran, kompromi, pengertian, kejujuran dan kebohongan, simpati dan empati, dan tindakan-tindakan yang kami lakukan, sadar ataupun tidak sadar. Sungguh sebuah perjuangan yang tidak mudah, tidak semudah mengatakan “kalau jodoh ngga akan ke mana”.

2640 hari sejak hari itu, begitu banyak momen indah yang telah kami buat, atau tepatnya : yang telah Tuhan izinkan untuk kami alami. Saat pertemuan pertama setelah peristiwa Medan, dan kami nonton di Buaran. Saat kami tahu bahwa kami ternyata sekelas. Saat petualangan kami ke Baduy di bulan ke-3 kami. Perjuangan menghadapi teman-teman Seksi Rohani Protestan yang tiba-tiba berubah drastis. Malu yang dirasakan ketika ketahuan membolos. Dan harapan yang digantungkan setinggi-tingginya, yang membuat kami rela les hingga malam dan belajar matematika di McD Arion.

2640 hari sejak hari itu, kami masih tertawa geli mengingat berapa banyak paket Attack di KFC yang kami habiskan dalam rentang waktu setahun. Juga kegiatan-kegiatan sepanjang perjalanan pulang dan pergi dari sekolah, sekalipun itu hanya sekedar sandaran di bahu karena lelah dan tertidur. Perjuangan melawan malas dan semangat pacaran yang menggebu-gebu, ternyata tidak sia-sia karena pada akhirnya kami memilih yang terbaik yang kami bisa : memberikan yang terbaik.

2640 hari sejak hari itu, masih teringat jelas kegundahan mengenai kepastian tempat kami berkuliah, yang ternyata dijawab dengan sangat lugas olehNya : Bandung – Jatingangor. Dan bagaimana perjuangan meyakinkan orangtua menjadi sebuah latihan menghadapi tantangan berikutnya : kebebasan. Ya, bebas yang terkendali, karena tidak ingin mengkhianati kepercayaan orang tua kami. Bebas yang bertanggungjawab, dan kami buktikan dengan kelulusan kami yang tepat waktu. Sebuah pembuktian valid, bahwa kami telah belajar banyak dari kepercayaan yang diberikan.

2640 hari sejak hari itu, perjalanan Bandung-Jatinangor-Bandung bukan lagi sebuah momok. Tuhan membuktikan kesetianNya, dengan menjaga saya dalam setiap perjalanan pulang saya dari Jatinangor, dan juga perjalanan pulang dia dari Bandung. Malam-malam panjang di jalan, atau di tempat print untuk mencetak hadiah untuknya, menghiasi hari-hari saya di Bandung. Jalan-jalan yang kami lalui bersama, menyimpan banyak cerita tentang saya dan dia. Pertengkaran di perjalanan, bukan lagi hal baru. Diam sepanjang jalan, bahkan tangis dan bentakan, pernah menjadi keseharian kami di Bandung. Dan kami berjalan melewatinya, bersama-sama.

2640 hari sejak hari itu, telah banyak kepahitan diterimanya, oleh karena saya. Kecil dan besar. Sakit. Luka. Dan saya masih di sini untuk mengobatinya, dan tidak mengulanginya lagi. Dan ia masih di sini untuk memberi saya kesempatan, dan memberi dirinya kesempatan untuk diobati. Dan kami masih duduk bersama, menatap mimpi-mimpi kami 7 tahun lalu, yang semakin dekat dengan kenyataan.

2640 hari sejak hari itu, saya menemukan bahwa banyak sekali yang telah kami bagi bersama. Musik favorit, lagu bermakna dalam, hingga lagu bermemori tertentu bagi kami berdua. Juga berapa banyak film dan serial yang kami nikmati, sejak film pertama kami sejak 2640 hari yang lalu, Hulk, hingga film terakhir yang kami tonton bersama : Switch. Mulai dari serial korea Full House dan Friends bermusim-musim, hingga yang paling anyar : How I Met Your Mother. Juga list film-film fenomenal untuk kami berdua, seperti Eternal Sunshine of The Spotless Mind, yang kami tonton midnight di Bandung Indah Plaza, untuk pertamakali dan satu-satunya.

2640 hari sejak hari itu, saya menyadari, bahwa kami yang sekarang tidak dibentuk dengan instan. 2640 hari tentu bukan hari yang sedikit, apalagi ketika dalam satu hari ada banyak pelajaran yang dapat kami pelajari. 2640 hari tentu tidak kurang cukup untuk kami saling menyakiti dan melukai, namun 2640 hari tentu tidak cukup untuk kami saling menyayangi dan mengobati. 2640 hari tentu masih kurang untuk saya dapat belajar mencintainya dengan lebih baik. 2640 hari tentu bukan waktu yang sedikit untuk berbuat salah, tapi juga waktu yang kurang untuk terus memperbaikinya.

2640 hari sejak hari itu, saya diingatkan kembali, bahwa di depan sana, masih ada hari-hari lain. Hari-hari yang ingin saya lalui bersamanya. Hari-hari kami akan menciptakan momen-momen bersama, jauh lebih banyak dari 2640 hari yang telah kami lewati. Hari suka dan duka. Hari mudah dan sulit. Hari pahit dan manis. Dan saya siap melaluinya.

Ya, tulisan ini bukan untuk Anda, tapi untuk dia.

Selamat hari ke-2640, Grace Stephanie Panggabean. Would you walk with me? :)

9 thoughts on “2640

  1. Aduh maaf mas, text “Ya, tulisan ini bukan untuk Anda, tapi untuk dia” ada dibawah sih, jadi keburu kebaca smuanya dah, kirain ini untuk umum. maaf ya,,, maaf,,,

    it’s cool to remember the day, when she become part of your adventure. klo saya sendiri takut mengingat saat-saat pertama dulu, soalnya selalu teringat saat terakhir yang tidak menyenangkan. :(

  2. ahaha.. :)
    ndak apa2 koq dikomentari, kan itu risikonya kalo ditaro di blog.. koq sampe minta maaf begituuu.. hahaha..
    selamat mencoba yah, mudah2an ketemu yang terbaik, supaya entar ada tulisan kayak begini juga di blog anda.. :)

  3. setelah membaca setiap kalimat dgn seksama,saya jadi terharu..sweet banget sihhh meennn :D Senang bisa ikut menyaksikan perjalanan cinta kalian dr 2004 sampai hari ini. Menyaksikan perjalanan kalian bikin gw jadi sedikit memahami ttg relationship dan memberikan byk pelajaran:). Selamat menjalani hari2 berikutnya bersama grace..gw doain langgeng terus :D

  4. @yesshe
    heiii,,dari 2003! jangan korupsi kauuu.. hahaha.. ambillah pelajaran sebanyak yang kau bisa Yes, tapi ingat satu peraturan di dunia ini : ndak ada yg gratis.. :P

  5. Terimakasih untuk ini menku! =)
    I’m amazed with how you remember the details..
    Love you, my bestfriend!

    “There are some things in life that are worth fighting for to the end. You are worth it.”

    REPLY from Armeyn :
    Love u too, my bestfriend! :)

  6. oooo so sweet :-)..
    GOD know the best ya temanss…grace, baca tulisannya armeyn membuat gw menjadi lebih bersyukur dan mengingat kembali 3105 hari yang telah gw lewati bersama si pacar..memang bukan hal mudah melewati hari sepanjang itu, tapi percaya akan jalan yang terbaik dari Tuhan yang selalu menguatkan di setiap detiknya.bahwa ketika terjadi pertengkaran pun,diajarkan untuk mengingat setiap kisah manis yang ada, bukan hanya kisah sedih yang ada..
    congrats for both of u armeyn and grace :-) cepat realisasikan temans :p .. GBU always

  7. Wah, saya juga suka banget tuh sama How I Met Your Mother.
    hahaha ..
    Tonton juga deh 500 Days of Summer yang menginspirasi saya,
    tapi semoga di antara kita nggak ada yang berakhir seperti film itu.

    Bandung – Jatinangor ya ?
    Terdengar seperti pasangan UNPAD nih.
    Salam kenal ya, mas.
    Semoga langgeng :)

  8. @Zea Zee Jiggy
    500 days of Summer emang mesti ditonton, apalagi karena Zooey-nya.. :)
    Yup, Bandung-Jatingangor. He eh pasangan Unpad. Hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s