SUPERSEMAR

Pasti pernah denger Supersemar kan? Dokumen yang aslinya entah di mana keberadaannya ini, tiba2 jadi pemikiran saya, setelah kebetulan blog-walking ke beberapa blog yang membahas tentang Supersemar. Kebetulan pula masih dalam rentang periode G30S, jadi boleh dong saya bahas?

Image

Jadi, beginilah ceritanya:

Soeharto yang saat itu berpangkat Mayor Jendral, memerintahkan 4 Jendral Angkatan Darat (yang tersisa setelah peristiwa G30S) yakni M. Yusuf, M. Panggabean, Amir Machmud dan Basuki Rachmat, untuk datang ke kediaman Soekarno membawa surat perintah yang harus ditandatangani oleh Soekarno. Masih belum pasti apa sebenarnya isi surat itu, tapi dari semua dokumentasi yang tersisa, disebutkan bahwa Soekarno memerintahkan Soeharto sebagai Mayjen AD untuk mengambil langkah2 yang dianggap perlu untuk memberantas PKI.

Seorang pengawal Soekarno, Sukardjo Wilardjito menyatakan bahwa saat itu, Soekarno ditodong dengan senjata oleh M Panggabean dan Basuki Rachmat, supaya segera menandatangani dokumen tersebut. Dalam keadaan tertekan, Soekarno menandatangani supersemar tersebut, yang langsung dimanfaatkan oleh Soeharto.

Soeharto langsung mengambil langkah-langkah strategis dan lugas, yakni dengan memenjarakan dan membantai orang-orang yang dianggap bersangkut paut dengan PKI. Padahal, pembantaian G30S pun belum tentu karena PKI. Hanya saja, rakyat telah diarahkan ke sana, sehingga Soeharto dengan Supersemar di tangannya merasa legal untuk melakukan “penertiban”.

3 juta simpatisan PKI dibantai dengan sadis, dan banyak orang lain yang “di-PKI-kan” supaya ada alasan untuk menghabisi. Anggota MPRS dari PKI dilengserkan, dan digantikan oleh orang2 Soeharto. Sampai akhirnya tuduhan justru mengarah pada Soekarno, karena paham Marhenisme-nya yang sangat ke-kiri-kiri-an. Soekarno pun diasingkan ke Ende (CMIIW), sementara MPRS membuat sebuah Ketetapan MPR tentang Supersemar, yang menyebabkan legalitasnya menjadi sangat kuat (bahkan Soekarno pun tak dapat mencabutnya).

Kursi yang kosong, langsung disambar oleh Soeharto, yang belakangan dicurigai sebagai antek Amerika. Kenapa? Karena RUU pertama yang disusun adalah RUU Penanaman Modal Asing, di mana ketika Presiden Nixon berkuasa di AS, Soekarno sangat menentang masuknya dana asing ke Indonesia. Indonesia harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Tapi apa yang Soeharto lakukan? UU Penanaman Modal Asing pun disahkan di tahun 1967, menjadi UU No.1 tahun 1967. Dan kapankah Freeport masuk ke Indonesia? Betul, tahun 1967!

Penggulingan Soekarno membahagiakan Nixon, dan melenggangkan langkah Freeport untuk mengeruk Papua. Soeharto yang kabarnya juga difasilitasi oleh CIA (CMIIW), menerima kerjasama tersebut sebagai simbiosis mutualisme. Soekarno yang berkoar-koar pun tidak dihiraukan, dan Supersemar yang legendaris itu entah di mana keberadaannya saat ini.

Paralel dengan masuknya Freeport ke Indonesia, demam anti-PKI dan anti-komunisme juga ditanamkan oleh pemerintahan Soeharto. Dengan lihai Soeharto merancang gerakan G30S, dan kemudian melegalkan pembantaian kroni2 PKI melalui Supersemar. Rakyat pun ketakutan dan berada di bawah teror, sehingga PKI menjadi sebuah hal yang haram. Semua yang berbau komunisme menjadi musuh bersama bangsa Indonesia.

Padahal apa sih komunisme? Apakah rakyat paham? Sepertinya tidak.

Komunisme dianggap sebagai sebuah kepercayaan anti agama, padahal tidak. Komunisme dianggap sebagai sebuah paham yang berseberangan dengan Islam, padahal tidak. Komunisme dianggap virus yang menggerogoti dari dalam, padahal tidak.

Padahal komunisme bukan agama, dan bukan pula anti-agama. Padahal komunisme jusrtu memperhatikan ekonomi rakyat kecil. Padahal komunisme sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945. Padahal justru Pancasila sangat merefleksikan komunisme, tapi malah kapitalisme yang menguasai Pancasila saat ini. Padahal justru demokrasi itu lebih kepada komunisme ketimbang kapitalisme.

Pernahkah Anda renungkan, bagaimana racun anti-PKI telah mendarah daging di dalam pikiran kita? Padahal apakah kita tahu apa paham PKI? Tahukan bahwa dulu terjadi persaingan antara PKI (yang saat itu akan menjadi partai yang besar) dengan TNI AD, maka dibuatlah doktrin tersebut?

Dan benarkah PKI yang melakukan pembantaian pada 30 September 1965? Siapa yang tahu.

source dari sini:
http://id.wikipedia.org/wiki/Freeport_Indonesia
http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/sejarah-kelam-tambang-freeport-1.htm
http://www.berpolitik.com/viewnewspost.pl?nid=11178&param=VcppYf3ecdunrKmKlTgc
http://merdeka7.wordpress.com/2007/05/16/supersemar-dan-pengkhianatan-suharto-dan-tni-ad/
http://menujuhijau.blogspot.com/2010/05/bung-karno-pernah-ditodong-pistol-oleh.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s