Rapunzel (Tangled)

Sejujurnya, tidak terlalu banyak film-film yang begitu berkesannya hingga akhirnya saya meluangkan waktu untuk menuliskannya di blog ini. Atau kalaupun tidak saya tulis di sini, film-film tersebut jumlahnya cukup terbatas. Katakanlah Up, Inception, atau Inglorious Bastards. Apalagi untuk sebuah film kartun, yang sejujurnya bukanlah genre yang saya minati.

Tapi Rapunzel (atau dengan judul resmi “Tangled”) berbeda. Film ini mengingatkan saya pada masa keemasan film-film Walt Disney dengan Beauty and The Beast dan The Lion King, yang dikemas dengan luarbiasa menarik : gambar yang bagus, cerita penuh moral, dan lagu-lagu yang indah. Ya, dan itulah yang saya temukan kembali di film ini.

Meski ceritanya berbeda dari cerita aslinya , namun cerita yang dimodifikasi ini justru menjadi lebih sarat makna dan pesan. Rapunzel yang dikurung di sebuah menara di tengah hutan oleh “ibu”nya, secara tidak sengaja bertemu dengan pencuri bernama Flynn Ryder, yang melarikan diri ke menara tersebut. Merasa dirinya mampu menjaga diri dari dunia luar yang jahat, Rapunzel yang saat itu telah berhasil melumpuhkan Ryder dengan panci penggorengannya meminta pada ibunya untuk dapat keluar dan melihat langsung sinar-sinar beterbangan yang selalu muncul di langit, di hari ulangtahunnya.

Apa sih magisnya rambut Rapunzel? Ternyata rambutnya dapat mengembalikan waktu pada benda-benda yang dililit oleh rambutnya. Itulah sebabnya, ibunya menyekap Rapunzel di sebuah menara, supaya ia tidak pergi dan “menipu” waktu setiap kali lagu ini dinyanyikan oleh Rapunzel :

Flower, gleam and glow
Let your power shine
Make the clock reverse
Bring back what once was mine

Heal what has been hurt
Change the Fates’ design
Save what has been lost
Bring back what once was mine

What once was mine

Si ibu yang tak mau kehilangan kekuatan magis rambut Rapunzel tentu saja menolak, dan menakut-nakuti Rapunzel akan kejamnya dunia luar. Dan dari sanalah petualangan bermulai, yakni ketika Rapunzel meminta Ryder untuk menemaninya melihat cahaya tersebut, sebelum ia mengembalikan mahkota curian Ryder yang disembunyikannya di dalam menara. Sebuah perjalanan untuk mewujudkan impian seumur hidup Rapunzel, yakni melihat cahaya di langit tersebut, ternyata membawa mereka berdua pada sebuah petualangan luarbiasa.

Saya sungguh terkesima dengan penyampaian pesan yang simpel namun sangat kuat, yakni mengenai impian. Bagaimana setiap kita sesungguhnya memiliki impian, namun kondisi dan situasi di luar memaksa kita melupakan atau memendam impian kita. Film ini berusaha membangkitkan kembali “anak kecil” dalam diri kita, yang masih memiliki mimpi dan impian yang mungkin telah kita lupakan. Tapi film ini ternyata tidak hanya menyoroti tentang impian yang sesungguhnya ada dalam diri kita. Tapi ia membuka sebuah pemikiran lain: apa yang terjadi ketika mimpi kita telah terwujud?

Ketika Rapunzel dan Flynn (Eugene – nama aslinya) berada di perahu dan melihat lampion-lampion beterbangan dengan indahnya di langit, mereka lantas berpikir, apa selanjutnya? Apa yang akan kita lakukan ketika kita telah mengetahui impian kita, dan telah mencapainya?

Rapunzel: I’ve been looking out of a window for eighteen years, dreaming about what I might feel like when those lights rise in the sky. What if it’s not everything I dreamed it would be?
Flynn Rider: It will be.
Rapunzel: And what if it is? What do I do then?
Flynn Rider: Well,that’s the good part I guess. You get to go find a new dream.

Penokohan peran utama yang bukan menggunakan manusia hampir sempurna (berotot, ganteng, pangeran berkuda, kaya raya) namun menggunakan tokoh pencuri, mengingatkan saya pada Aladdin. Bagaimana seseorang dengan profesi yang buruk, ternyata memiliki hati yang baik. Seorang pahlawan yang begitu “manusiawi“, bukan pahlawan rekaan yang tampil tanpa cela. Begitu pula dengan tokoh Rapunzel yang konyol dan tidak seperti bayangan-bayangan kita tentang putri kerajaan pada umumnya. Tapi Rapunzel digambarkan sebagai anak gadis pemberontak, demi mewujudkan impiannya. Ia juga kuat dan mandiri, namun tidak menyembunyikan keluguan yang sebenarnya dimilikinya.

Candaan segar yang ditampilkan lewat dialog-dialog antar tokoh dalam film ini, ditambah perilaku si kuda kerajaan bernama Maximus yang lebih mirip seekor anjing ketimbang kuda, serta imutnya Pascal, bunglon peliharaan Rapunzel, melengkapi cerita klasik Rapunzel menjadi sebuah tontonan yang sangat menarik. Alunan lagu demi lagu juga ikut membawa suasana menjadi sangat berkesan, seperti lagu “I See The Light” yang mengiringi Rapunzel dan Ryder di perahu ketika melihat lampion-lampion diterbangkan. Atau lagu “I’ve Got A Dream” yang berkumandang dari sebuah bar berisi pria-pria kekar, yang ternyata memiliki impiannya masing-masing.

Kisah ini juga tidak lupa ditutup dengan sebuah kisah roman yang tak lekang waktu : pengorbanan demi orang yang dicintai.

Flynn Rider: You were my new dream.
Rapunzel: [crying] And you were mine.

Ah ah ah. :D Selamat menonton!

6 thoughts on “Rapunzel (Tangled)

  1. Ahh suka sekali film ini! Tentang mimpi2 kecil, mimpi2 besar, mimpi2 yg sebelumnya tidak disadari :) dan tentang kuda yg punya mimpi jadi anjing pelacak hahahah

    Bagus reviewnya men! next project: eternal sunshine?! hahahah

  2. kunjungan balasan :)

    huaaa, menyesal nggak nonton pelemnya! gara2 mo nonton 3D-nya eeh gag nemu di bioskop… ntar nonton DVD-nya aja lah ya…

    thxx review-nya

  3. Ah, aku suka film ini, sungguh mengesankan dan memberi semangat serta tidak menyerah atau putus asa menghadapi rintangan-rintangan

  4. Rapunzel tells us one thing about love. Climbing the highest tower become less difficult when someone at the top gives you reason to hold on :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s