rantai putus

Putus rantai memang tidak se-menyakitkan putus cinta, namun kalau putusnya jam 10 malam dan jauh pula dari rumah, akan terasa sakit juga.

Malam jumat, sepulang kantor. Waktu menunjukkan jam setengah 9 malam, namun tidak menyurutkan niat saya untuk menggowes. Berhubung pedal, rem dan gigi sudah diperbaiki, ada baiknya kita jajal dulu kemampuannya. Maka saya pun berangkat di rute rumah – Curug – Kalimalang – Jalan Baru – Pondok Bambu – Kalimalang – Pangkalan Jati – Jatiwaringin – rumah. Perjalanan sudah berlangsung 85% ketika lampu merah di pangkalan jati memaksa saya berhenti sebentar. Maka ketika lampu berubah hijau, tanpa ragu saya langsung menginjakkan kaki saya di pedal kanan si sepeda.

Kesalahan utama adalah karena saya menggunakan gigi tinggi yang belum saya ubah, akibatnya tekanan pada rantai menjadi lebih besar ketimbang jika saya menggunakan gigi rendah. “Brakkk!” maka berjatuhanlah jari kaki saya di jalanan ibukota “lebai* :D. Tepatnya, bergelantunganlah rantai sepeda saya di tempatnya, namun tidak dengan keadaan utuh lagi. Saya yang sempat kram sebentar akhirnya meminggirkan sepeda dan melakukan pengecekan awal. Yak, positif rantai putus, karena saya menemukan sambungan antar mata rantai yang sudah somplak tidak karuan.

Berhubung baru diperbaiki, rantai tersebut masih penuh dengan pelumas, dan alhasil tangan saya lah yang jadi korbannya malam itu. Sempat berusaha memperbaiki sendiri, akhirnya saya menyerah karena saya tidak membawa peralatan yang cukup untuk memperbaiki rantai putus (sejujurnya malah saya ngga bawa apa-apa). Hihihi.. Berjalan dengan sok cool ke arah jalan raya Jatiwaringin, saya celingak-celinguk mencari tukang sepeda atau tukang tambal ban yang bisa memperbaiki rantai saya. Melongok sebentar ke jam tangan, ternyata sudah pukul 22.00 lebih. Oh, great.

Berjalan sekitar 15 menit, akhirnya saya menemukan tukang tambal ban abal-abal di Jatiwaringin. Mengingat perjalanan ke rumah masih sekitar 2 kilometer lagi, saya pun mencoba peruntungan saya dengan menanyakan apakah si abang bisa memperbaiki rantai yang putus. Ternyata tidak bisa. Maka saya pun berinisiatif untuk memperbaiki sendiri rantai saya. Dengan penuh sok tahu, saya pun meminjam tang milik si abang tukang tambal ban, dan mulai bertukang sendiri.

Hei, ternyata saya berbakat. Sekitar setengah jam berjibaku dengan mata rantai yang putus dan tang, rantai saya kembali menyatu meski tidak sempurna. Saya pikir, setidaknya saya bisa aman sampai rumah, dan besok baru lah saya ke toko sepeda untuk membeli rantai baru. Tangan saya yang sudah kotor sekotor-kotornya saya basuh sedikit dengan daun yang ada di pinggir jalan, supaya terasa agak-agak seperti MacGyver. :D

Maka setelah mengucapkan Bismilah *eh salah* maksudnya setelah mengucapkan terimakasih pada si Abang tukang tambal ban, saya pun dengan hati-hati mulai menggowes sepeda saya. Berhasil! Setidaknya untuk 5 menit! Hahahaha.. Karena 5 menit kemudian ternyata rantai tersebut tidak kuat menghadapi kerasnya cobaan hidup, dan kembali menyerah pada keadaan. Sayapun putus asa.

Dan jam 11 malam di Jatiwaringin, kalau anda melihat seseorang dengan sepeda tapi kelakuannya seperti main otoped (gowes menggunakan kaki kiri dan kanan bergantian, bukan menggunakan pedal), dapat dipastikan itu adalah saya. :D Meskipun akhirnya sampai dengan selamat di rumah (plus dengan betis sakit karena main otoped), rasanya saya cukup bangga dengan pencapaian saya untuk berusaha memperbaiki rantai yang putus tersebut. At least, tidak langsung putus asa, meskipun akhirnya tetap putus asa juga. ^_^

One thought on “rantai putus

  1. Hahaha… Lucu om. Masih mending putusnya di tengah “peradaban”, gampang cari tukang tambal ban dan bisa di-otoped-in. Sharing, sy pernah waktu offroad putus rantai di tengah hutan -saat night ride pula-, di Jalur NURA Puncak bulan puasa ini. Untungnya kawans lain pernah alami hal serupa dan punya tools komplit, jadi save lagi deh sampe akhir trek.
    Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s