android

Yak, akhirnya luluh juga hati saya. Setelah beberapa minggu mengamati, mencermati, mempelajari dan mendalami masalah per-android-an, plus survey ke gerai handphone berkali-kali, akhirnya saya memutuskan menambah investasi saya dalam dunia pergadgetan. Galaxy Ace, come to papa. *gesek*

Samsung Galaxy Ace GT S5380 adalah nama resmi dari si Ace ini. Diplot sebagai “versi murah” Galaxy S, tapi bukan berarti murahan. *udah kayak iklan* Dilengkapi dengan OS Android 2.2 (Froyo) dan kamera 5 MP, harga 3 juta kurang seribu perak terasa layak.

Sempat dihiasi dengan adegan limit kartukredit yang ngga cukup, akhirnya si Ace bisa saya bawa pulang. Kesan pertama dari saya selaku pengguna setia Nokia, si Ace ini terlihat tanggung. Mau eksklusif, tapi ada lis perak di sekeliling layarnya. Mau terlihat kokoh, tapi bahan plastiknya mengurangi kesan “kokoh” dari tampilan hitamnya yang garang. Ah sudahlah.

ini bukan tangan saya.

Toh saya tertarik dengan Androidnya. Digadang-gadang sebagai OS yang ciamik, ternyata memang bukan sekedar strategi marketing. Android Market yang menjadi sumber dari aplikasi-aplikasi yang bisa kita instal di Android kita, memang betul-betul memanjakan para pengguna Android. Ace saya yang tadinya terkesan cupu dan standar, bisa diracik sedemikian rupa hingga menjadi sebuah gadget yang multifungsi.

Tak kurang dari 80 aplikasi telah saya unduh dan saya instal secara gratis di Ace. Mulai dari aplikasi socmed semacam twitter, tweetdeck, facebook, tumblr, wordpress, dan YM serta ebuddy, hingga aplikasi pendukung kegiatan olahraga seperti Endomondo yang mampu menghitung jarak sepedahan dan perkiraan kalori yang dibakar. Wow! *ini bukan pencitraan*

Belum lagi aplikasi kamera yang telah dilengkapi dengan berbagai efek supermenarik, seperti LittlePhoto, FxCamera, PhotoGrid, ActionSnap dan Camera360, yang membuat saya seakan-akan membeli sebuah kamera digital yang bisa digunakan menelpon. :D Juga beragam games sejenis Angry Birds dan Need For Speed yang ternyata cukup nyaman dimainkan di Ace.

hasil foto fxcam
foto pagi-pagi

Tidak melulu tentang hiburan, ternyata si Ace juga bisa diandalkan untuk bekerja *halah*. Dengan ThinkFree Office saya juga bisa mengecek langsung data yang dikirimkan oleh klien lewat email gmail saya. Fitur Wifi dan Tethering (menjadikan Android saya sebagai router wifi untuk laptop atau handphone lain) juga sangat user friendly, membuat saya tidak perlu bingung bagaimana terkoneksi ke internet (asalkan sudah langganan internet unlimited yah. hihihi). Push email gmail juga realtime, dan tidak terasa perbedaan waktu yang berarti antara penerimaan email di laptop dan di Ace.

lomostyle dengan ActionSnap

Kekurangannya adalah lemahnya baterai yang mendukung OS se-powerful ini. Dengan internet yang terus menerus aktif, baterai yang tadinya 92% di pagi hari, bisa tinggal 18% di siang hari setelah makan siang. Namun jika dibiarkan standby dan tidak terkoneksi internet, baterai bisa tahan hingga 24 jam koq.

Kekurangan kedua adalah minimnya memori internal di Ace. Dengan memori 158Mb, aplikasi-aplikasi standar telah menyita lebih dari setengah dari memori tersebut. Meski dibundle dengan SD-Card 2 GB, tetap dibutuhkan aplikasi App2SD (yang bisa diunduh gratis) untuk secara otomatis memindahkan aplikasi-aplikasi unduhan yang bisa dipindahkan ke SDCard (karena kita tidak dapat melakukannya manual).

Overall, this Ace is awesome. 9 out of 10. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s