Sedikit Tentang 5cm.

Film tentang kecintaan pada Indonesia, bukan cuma 5cm ini. Jadi setidaknya saya punya ekspektasi yang cukup tinggi ketika orang-orang bilang bahwa film ini akan me-refresh kecintaan penonton pada indahnya alam Indonesia. Mari.

5cmFilm dibuka dengan narasi Juple (Zafran) yang diperankan oleh Junot. Pengenalan tokoh-tokoh dalam film ini diceritakan dengan cukup padat, jelas, dan to the point. Seperti sosok Arial yang ke mana2 bawa kecap, atau Ian yang suka banget makan ind*mie. Ngga butuh waktu lama untuk bisa memahami karakter masing-masing, karena alurnya dibuat cukup cepat tanpa kehilangan esensinya.

Intinya 5 sekawan ini udah temenan 10 tahun, dan “sang pemimpin geng” alias Genta (diperankan oleh Fedy Nuril) ngerasa kalo semuanya mulai terasa membosankan, dan ada baiknya kalo mereka menjauh dulu untuk 3 bulan. Mereka janjian untuk ketemuan lagi sambil ngelakuin sesuatu yang fenomenal yang ngga akan bisa dilupain seumur hidup. Apa rencana itu, cuma Genta yang tahu.

Ternyata 3 bulan yang mereka sepakati berlalu cukup cepat, dan mayoritas diisi oleh cerita Ian dan skripsinya plus dosen pembimbingnya yang bernama Sukonto Legowo (jangan disambung). Tanggal 14 Agustus, mereka memenuhi janji untuk ketemuan di stasiun Senen. Dari sana, mereka naik kereta ke Malang dan ngejalanin janji mereka untuk ngelakuin sesuatu yang ngga bisa mereka lupain. Dan ternyata, mereka mau naik gunung Semeru.

Di sini sebenarnya cerita baru dimulai, yaitu bagaimana perjuangan mereka dalam mendaki gunung akan mengubah persepsi mereka tentang hidup, tentang persahabatan, dan tentang diri mereka sendiri. Saya ngga pernah naik gunung, jadi saya juga ngga kebayang gimana repotnya naik gunung itu. Satu di pikiran saya : siapa di antara mereka yang udah pernah naik gunung ya? Koq pede banget si Genta ngajakin temen-temennya (plus adek temennya) untuk naik gunung ke puncak tertinggi pulau Jawa?

Bayangan saya adalah film ini akan berjalan seperti Jeepers Creepers, atau House of Wax, atau film-film Hollywood ecek-ecek yang isi ceritanya seragam, yaitu tidak jauh dari sekelompok anak muda, teror dan monster/binatang buas, dan hampir semua tokoh di geng tersebut akan mati kecuali satu orang yang beruntung. Untungnya ngga separah itu.

Anyway, mereka sampai dengan selamat di puncak dengan berbagai “drama”. Misalnya, adegan lecetnya Juple, Arial yang badannya guede tapi hampir patah semangat karena kedinginan di atas gunung, dan adegan “mati”nya Ian yang ngga lucu banget. Saya belom pernah baca bukunya, tapi kalo dari yang saya tahu sih harusnya ada yang mati di atas gunung itu. Nah ini kenapa jadinya ngga ada yang mati, ya saya juga ngga tahu sih. Mungkin biar happy ending.

Kenapa adegan Ian tadi saya bilang ngga lucu? Karena suasana film yang digiring ke arah syahdu dan sedih karena tewasnya Ian, tiba-tiba jadi krik-krik-moment ketika ternyata Ian ngga mati dan cuma pingsan (atau tidur?) doang. Malah setelah itu, Ian seperti ngga ada beban untuk naik ke puncak gunung, padahal dia baru aja kesamber batu segede  tabung elpiji 3 kg.

pevBuat saya, film ini tuh sinetron banget. Endingnya happy banget, semuanya bahagia, dan semuanya berasa nasionalis sekali karena bisa ngibarin bendera merah putih di tanggal 17 Agustus 2012 di puncak Semeru. Ngga ada yang salah dengan itu, tapi sayangnya ide-ide nasionalisme itu ditanamkan dengan sedikit “maksa”.

Kenapa maksa? Ya karena memang maksa. Di atas jip tiba-tiba mereka saling bersahut-sahutan kayak baca puisi. Atau beberapa dialog yang isinya “Indonesia tuh bagus banget yah!”, yang justru membuat pesan cinta tanah air-nya menjadi norak. Di puncak Semeru mereka tiba-tiba menyebut nama masing-masing dan kasi alesan kenapa mereka cinta Indonesia. Ian yang tadinya mau sekolah ke Manchester, ngga jadi dan memilih untuk tinggal di Indonesia aja.

Dalam “5cm”, dialog merupakan salah satu faktor lemah film ini. Saya ngga ngerti apa yang dipikirin oleh si pembuat naskah, sampe memasukkan dialog-dialog yang terlalu formal dan kaku ke dalam percakapan antar teman-10-tahun ini. Kesannya jadi terlalu dibuat-buat, dan kurang realistis. Apalagi ditambah dengan pesan-pesan nasionalis yang “dicekokin” langsung ke kepala penonton lewat dialog heroik antar pemeran, dan bukannya membiarkan penonton mengambil pesan nasionalis itu sendiri dari rangkaian adegan film.

Salah satu kutipan menarik dari film ini adalah yang diucapkan oleh salah satu dari mereka: “Negeri ini indah ya Tuhan, bantu aku menjaganya”. Tapi momennya kayak kurang pas untuk diucapin, buktinya sekarang aja saya lupa itu siapa yang sebutin dan pas momen apa. :S

Hal positif dari film ini tidak lain dan tidak bukan adalah pemandangan dan “pemandangan”. Hell yeah! :D Semeru yang cantik memang jadi pemandangan yang sangat menarik, semenarik “pemandangan” g-string Pevita Pearce di awal film. Atau penutup film yang luar biasa, yaitu ketika Pevita turun dengan dress-nya. *mimisan* *KEPARAT KAU BANYU BIRU!* :D

Juga plot cerita cinta antar mereka yang cukup kompleks, membuat saya ngga menyangka bahwa Arina ternyata sukanya sama Juple, padahal Juple suka sama Dinda, sementara si Dinda suka sama Genta, yang mana Genta suka sama Arina. Mamam tuh cinta segiempat! :D Sisanya, terasa menggantung, termasuk maksud dari judul “5cm” itu sendiri, yang malah kurang dieksplor di dalam film.

Di akhir film, barulah saya paham bahwa maksud 5cm ini adalah yang dibilang Juple : “gantungin mimpi loe di sini (sambil taro telunjuk deket jidat), 5 cm dari mata loe, supaya dia ngga lepas dari pandangan loe.” Oh gitu maksudnya. Akhirnya saya ngerti.

7 thoughts on “Sedikit Tentang 5cm.

  1. Sebelum sampe ke puncak emang gak ada yang meninggal meyn. Gw baca novelnya. Emang Ian hidup lagi setelah pingsan sesaat itu. Cuma di situ harusnya ada arwah mahasiswa meninggal yang lewat untuk ngasih motivasi (sesuai buku).

    Kurang greget, adaptasi novel lokal terbaik masih dipegang laskar pelangi. 5cm terselamatkan oleh pevita pearce sama raline syah yang eyecatching banget (di mata para lelaki)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s