Why Do Good People Always Die Young?

Tengah malam tadi, di tengah pengembaraan di timeline, saya terhenti di twitnya @kinantii. Isinya bercerita tentang Cecil, seorang artis FTV penderita kanker lidah yang akhirnya meninggal dunia malam tadi. Saya ngga kenal, ngga pernah dengar, hanya jempol saya yang tergerak untuk cari tahu lebih lanjut tentang gadis ini.

skin_cancer_awareness_00Cecillia Putty Vickend, begitu nama sang gadis. Bukan artis FTV terkenal, tapi begitu saya search namanya di search tab, berbagai link dan cerita tentang Cecil mulai berhamburan. Dan dari sana pula saya tahu kisah hidupnya.

Ketika masih sehat, Cecil (dan teman-temannya) memproduksi sebuah sepatu bermerk Junkiee Shoes (@junkieeshoes dan http://www.junkiee.com), yang keuntungannya didedikasikan untuk para penderita kanker. Cecil juga punya beberapa adik asuh, di antaranya penderita kanker. Bahkan di beberapa link, terdapat cerita betapa murah hatinya Cecil untuk ngebantu temen-temennya yang kekurangan. Such a good girl.

Ironisnya adalah, 4 tahun yang lalu, Cecil divonis mengidap kanker lidah. Detailnya, terdapat di blog rumah kanker ini, di mana Cecil bercerita sendiri tentang kronologis kanker lidah yang dia alami. Seorang penggiat (aktivis) penolong penderita kanker, kini divonis menderita kanker. Are you joking, dear God?

Satu kali kemoterapi mungkin sudah sulit dibayangkan sakitnya, tapi Cecil berkali-kali harus menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya di rumah sakit. Bukan keluhan ataupun umpatan, tapi justru keceriaan dan optimisme lah yang memenuhi hari-harinya. Salut.

Kamu bisa liat bagaimana keseharian Cecil di blognya http://comicfacecomiclife.blogspot.com/. Betapa ia cinta pada kehidupannya, meskipun bukan kehidupan yang sempurna bagi orang kebanyakan. Ayah-ibunya bercerai, tapi justru dari situ ia belajar. Lewat ayahnya ia paham, bahwa dalam semua hal yang negatif, pasti ada sisi positifnya.

Lihat pula bagaimana optimisme selalu ia gaungkan di akun twitternya, @cecilvickend. Kalo liat timelinenya, kita ngga akan nyangka bahwa si empunya akun adalah penderita kanker stadium 4.

Hari ini, Cecil berpulang. “I won’t give up”, begitu bunyi twitnya tanggal 26 November 2012 yang lalu. Dan ya, Cecil ngga menyerah. Mungkin dokter menyerah, ibunya menyerah, teman-temannya menyerah, tapi Cecil ngga pernah nyerah. Mungkin justru Tuhan yang tidak tahan melihat penderitaannya, dan berkata dalam hatiNya : “Sudah cukup.” Mungkin Tuhan yang menyerah pada kegigihannya melawan rasa sakit, dan kini memanggilnya kembali untuk memeluknya erat dan mengucapkan selamat.

Malam ini, kembali saya diajari tentang hidup, lewat sebuah kematian. Dari Cecil (dan ayahnya) saya belajar, dalam semua kondisi buruk, kemalangan, penyakit, atau apapun yang negatif, tugas kita hanya satu : cari sisi positifnya. Dan bersyukurlah karena kamu masih punya waktu untuk itu.

Rest In Peace, Cecil. :’)

2 thoughts on “Why Do Good People Always Die Young?

  1. Spechless men, gw juga karna liat twitan lu jd ngubek2.. Gw jd ngerasa “ih gw kena masalah begini aja ngadepinnya begini” mesti buka mata dan hati lagi liat masalah itu gmn.. Dan gw belajar besyukur atas pulangnya Cecil..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s