how i make my petrichor

Siang itu panas sekali.

Matahari seperti sedang mengamuk, setelah berhari-hari awan mendung menghalangi pancaran sinarnya, dan dinginnya udara menyembunyikan panasnya.

Aku, berdiri memandangi jalan aspal di depan rumah dari balik jendela. Beberapa tetes keringat mulai muncul di dahi. Panas di luar, ternyata terasa sampai ke dalam.

Dengan inisiatif seadanya, aku melangkah ke luar. Sebuah kran air lengkap dengan selangnya, teronggok di satu sisi tembok.

“Ah, lumayan nih biar agak dingin dikit,” kataku pada diri sendiri, sembari menyambar selang dan kupanjangkan hingga mendekat ke jalan. Kuputar kran air ke posisi maksimal. Sejenak ada hentakan di ujung kran, yang berlanjut dengan aliran air di sepanjang selang.

Dengan cepat aku arahkan ujung selang ke arah jalan. Kututupi sedikit aliran air, supaya semburannya bisa menjangkau lebih jauh. Tetesan-tetesan air dengan cepat melayang di teriknya udara, dan menghujam jalan beraspal. Basah.

Lalu dalam sekejap, kurasakan sensasi itu.

Petrichor.

Iya, aroma tanah bercampur air itu mulai merasuk hidungku. Sembari air terus membasahi tanah, demikian pula aroma petrichor terus menerjang masuk ke indra penciumanku. Ke memoriku. Ke hatiku.

Aku berdiri di depan rumah, sambil memegang selang yang terus kuarahkan ke jalan. Sesaat aroma petrichor hilang, lantas kuarahkan selangku ke bagian jalan lain yang masih kering. Lalu aroma itupun muncul kembali.

tetesan_hujan_by_hansdokk

Aku tertegun.

Terlalu banyak dari kita yang punya banyak memori dengan petrichor. Terlalu banyak dari kita yang masa lalu dan kenangannya terkunci bersama aroma petrichor.

Tapi lantas, terlalu banyak pula dari kita yang MENUNGGU hujan, untuk dapat mencium aroma petrichor. Terlalu banyak dari kita berdoa dan berharap agar hujan turun, hanya untuk dapat mencium aroma petrichor.

Terlalu banyak dari kita terlupa dan bahkan kecewa, karena terlalu lelah menunggu tetesan air hujan untuk dapat merasakan aroma petrichor.

Tapi siang itu, aku menyadari satu hal : aku BISA membuat petrichor-ku sendiri.

Tak perlu letih menunggu hujan, kunikmati dan kuresapi dalam-dalam aroma petrichor buatan kran air rumahku.

Siang itu aku belajar, tak perlu bergantung pada orang lain atau apapun untuk dapat merasakan sensasi petrichor. Tak perlu gundah pada petrichor yang tak juga muncul, tatkala hujan tak turun-turun.

Ambil selang, nyalakan kran airnya. Arahkan ke jalanan, dan rasakan sensasi itu.

Sejak itu, aku terus membuat kenangan demi kenangan indah, dengan petrichor-ku. Tak perlu menunggu.

Hanya dia, dan aku.

6 thoughts on “how i make my petrichor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s