Terimakasih :)

WhatsappMakasih ya tadi udah bantuin penitiin batik aku..” kata saya di Whatsapp malam itu. Bagian bawah batik saya terlalu berjarak dengan kancing terakhir, sehingga perlu dipakaikan peniti supaya kepala gesper saya tidak nongol. Sesampainya di tempat kondangan, saya baru ingat bahwa saya harus mempenitikan batik saya. Dan ia, dengan senang hati melakukannya.

Ia cuma membalas “Hahaha.. Apaan deeeh, wong cuma gitu doaang..“, diikuti dengan sebuah emoticon smiley. Manis sekali rasanya.

Ini bukan pedekate. Ini bukan pula tahun pertama. Tapi entah kenapa, sebuah upaya kecil ternyata dapat berdampak begitu besar. Untuk saya. Untuk dia. Untuk kami.

——————————————————————————————————————-

Pernahkah kamu mengucapkan terimakasih untuk hal-hal sekecil itu pada pasangan kamu? Atau pada sahabatmu? 

Atau pernahkah seseorang mengucapkan terimakasih untuk sebuah hal yang kamu lakukan pada mereka secara naluriah, secara alamiah? Hal-hal yang bahkan menurut kamupun “tidak perlu” diberikan ucapan terimakasih?

Buat saya, semua kebaikan pantas direspon dengan terima kasih. Sekecil apapun. Sesimpel apapun. Se-biasa apapun.

Mengucapkan terimakasih, bukan mengenai bagaimana si penerima menerima ucapan terimakasih kita. Tapi mengucapkan terimakasih, adalah tentang memberi ucapan tersebut dengan tulus

Mengucapkan terimakasih bukanlah respon atas sesuatu yang orang lain lakukan untuk kita. Ia adalah respon kita atas kebaikan yang telah kita terima, baik disadari ataupun tidak oleh si pelaku. Ia adalah produk internal, bukan produk sebab akibat.

Ketika kamu melihat ucapan terimakasih sebagai produk sebab akibat, maka terimakasih-mu bersyarat. Harus besar. Harus dari dia duluan. Harus ini. Harus itu. Dan seterusnya.

Tapi ketika kamu mengucapkan terimakasih sebagai hasil dari pemikiran bahwa kamu sudah merasa terbantu, maka sekecil apapun perbuatan yang orang lain lakukan, ucapan terimakasih adalah pantas dan tulus.

Terimakasih bukan tentang kecil atau besar. Bukan pula susah atau gampang. Bukan juga tentang seberapa banyak upaya yang dikeluarkan. Terimakasih adalah tentang seberapa tulus kamu mengucapkannya.

Buat saya, hal kecil yang ia lakukan membuat saya merasa terbantu. Dan saya berterimakasih untuk itu.

———————————————————————————————————————-

Tak lama setelah message terakhir, notifikasi whatsapp saya berbunyi lagi.

Makasih juga untuk sayangnya kamu ke aku..

Dan saya hanya terdiam, menatap sebaris kalimat tersebut dengan tersenyum.

:)

2 thoughts on “Terimakasih :)

  1. Suka banget yang ini; Tapi ketika kamu mengucapkan terimakasih sebagai hasil dari pemikiran bahwa kamu sudah merasa terbantu, maka sekecil apapun perbuatan yang orang lain lakukan, ucapan terimakasih adalah pantas dan tulus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s