King and Pawn

Sewaktu SD, ekstrakurikuler saya adalah catur.

Pengajarnya seorang master catur bernama Kiu Sen. Setiap hari Selasa siang, beliau akan masuk ke kelas ekskul dengan papan catur besar. Bentuknya seperti whiteboard bermagnet, namun berpola kotak-kotak hitam putih dengan bidak catur sebesar tatakan gelas.

hukum-bermain-catur-dalam-islam-1524

Kelas pertama saya adalah ketika saya duduk di kelas tiga. Master Kiu Sen memperkenalkan diri, lalu mengajak kami semua untuk memasang bidak catur di tempatnya masing-masing. Dimulai dari Benteng, Kuda, Gajah, Mentri, Raja, hingga pion-pion.

Lantas ia mengajarkan beberapa aturan dasar dalam permainan catur, yaitu langkah. Benteng hanya dapat bergerak lurus. Gajah bergerak diagonal. Kuda bergerak sesuai huruf L. Sedangkan Raja dapat bergerak ke manapun, namun terbatas hanya berjarak 1 kotak.

Dengan lapangan permainan sebesar 8×8 kotak dan 32 bidak catur, permainan berkembang menjadi adu strategi. Lihat saja bagaimana seorang pecatur bisa memandang papan catur sekian lama, hanya untuk memikirkan satu langkah yang akan dijalankan. Tujuannya hanya satu, yaitu membuat Raja lawan tidak berkutik.

Catur juga merupakan sebuah permainan penuh pengorbanan. Master Kiu Sen selalu menekankan, tidak ada bidak catur manapun yang tidak bisa dikorbankan, asal bukan Raja. Ia mencontohkan, bahkan dengan 1 Gajah dan 1 Kuda pun bisa membuat Raja lawan tidak berkutik, asalkan dengan strategi yang benar.

Satu bidak catur yang sangat sering dijadikan korban, adalah Pion. Ibarat tentara kelas teri, pion berada di baris depan dalam sebuah tim catur. Posisinya berhadapan langsung dengan Pion lawan. Ia juga yang sering dijadikan umpan, untuk kemudian dikorbankan, supaya bidak di bagian belakang bisa menyerang lawan.

Jarang, bahkan sangat jarang saya melihat pemain catur yang akan berkorban mati-matian untuk mempertahankan satu Pionnya. Lain halnya dengan Benteng, Mentri, apalagi Raja. Bidak-bidak tadi punya derajat yang lebih penting ketimbang Pion.

Mungkin itu pula yang terjadi dengan hidup kamu. Dan saya.

Mungkin kamu dan saya hanya sebatas Pion.

Karir mandek. Gaji pas-pasan. Orangtua yang tidak bisa diandalkan. Pulang pergi berdesak-desakan di kereta ekonomi. Sepatu butut. Mungkin di dalam pikiranmu, kamu tidak sepenting “Kuda”, “Gajah”, apalagi “Raja”.

Atau kamu mungkin pernah bertemu dengan orang-orang yang menjadi “Raja” dalam kehidupanmu. Orang-orang yang selalu “lebih penting” di mata orang lain, dibandingkan dengan kamu. Bos besar dan bos kecil di kantor. Klien. Dosen killer. Teman seangkatan yang tajir melintir. Anak Direktur Pertamina. Lulusan S2 luar negri. Dan lain sebagainya.

Atau bahkan, saat ini kamu adalah Raja. Punya jabatan yang bagus di kantor. Karir menanjak. Gaji puluhan juta. Mobil yang bagus. Rumah di kawasan elit. Orangtua yang mewariskan kekayaannya ke kamu. Atau hal “indah” lainnya dalam hidupmu.

Apapun kondisi kamu saat ini, ingatlah sebuah peribahasa Italia : “Alla fine della partita pedone e re tornano nella stessa scatola.

Quotes

Siapapun kamu saat ini, Pion, Kuda, Benteng, atau bahkan Raja, jalanilah “permainan” hidupmu dengan sebaik-baiknya. Jika tanggungjawabmu saat ini hanya sebatas Pion, lakukanlah dengan benar. Jika tanggungjawabmu saat ini adalah Raja, bertindaklah dengan bertanggungjawab.

Karena pada akhirnya, baik Pion maupun Raja, akan masuk ke kotak yang sama.

Ketika papan kehidupanmu dilipat dan permainan telah usai, status Raja dan Pion hanyalah sebatas status. Tidak ada langkah yang bisa diambil. Tidak ada strategi. Semua berakhir. Dan kamu kembali ke kotak yang sama, sampai pada akhirnya kamu ditempatkan lagi sebagai bidak permainan yang baru.

Enjoy your game, enjoy your role.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s