Fear and Pain

man_from_uncle_196602_v1_n1

“There are only two masters in this world : fear and pain.”

Quotes tadi saya dapatkan dari film The Man From U.N.C.L.E. Yang tahun 2015, tentunya. Bukan yang bercover di gambar di atas. Saya belum setua itu.

Kalimat tersebut diucapkan oleh Rudy, tokoh “jahat” di film tersebut, ketika ia sedang bersiap menyiksa Solo di kursi listrik. Metode seperti ini juga lazim digunakan ketika interogasi, yaitu dengan memainkan sisi psikologis tersangka/saksi, agar mau membuka mulut.

Cukup lama sebaris kalimat tersebut terngiang di kepala saya. Saya pikir, ngga mungkin cuma dua hal itu yang mengatur hidup kita di dunia. Tapi, hingga saat ini, saya belum bisa menemukan hal lain yang bisa mengatur hidup kita, kecuali dua hal tadi. Sebagaimana prinsip sebuah teori, akan diterima sebagai sebuah teori apabila tidak ada bukti lain yang bisa membantah teori tersebut.

Bayangkan kamu sedang di sebuah jalan setapak, malam hari, sendirian. Berjalan pelan, tetiba kamu sampai di persimpangan. Sebelah kanan, jalanan penuh dengan lampu jalanan. Di kejauhan terlihat siluet orang-orang. Ramai. Di sebelah kiri, jalanan menurun. Gelap, tidak ada lampu, dan kamu tidak yakin ada apa di depan sana. Kendatipun kamu tahu persis bahwa kedua jalan tersebut akan menuju ke tujuanmu, hampir dapat dipastikan kamu memilih jalan yang kanan.

Masih ingat ketika dulu kamu kecil, dan dilarang untuk main hujan-hujanan oleh orangtua? Ketika akhirnya kamu tetap bermain hujan-hujanan dan jatuh sakit, demam, flu, hidung tersumbat, tidak bisa tidur, kepala pusing, dan segala gejala sakit lainnya, maka hampir dapat dipastikan kamu akan menghindari bermain hujan-hujanan di kemudian hari.

Masih ingat waktu diajak bolos pertama kali? Rasa deg-degan karena takut ketahuan orang, takut dipanggil ke ruang BP, takut dimarahin orang tua? Atau untuk kamu yang pernah ketahuan bolos, masih ingatkan tajamnya perkataan orang tua, guru, dan guru BP saat itu? Masih terasakah sakitnya ditatap orang tua yang seakan berkata “koq tega kamu nak?”

Masih ingat rasanya sakit hati ketika orang yang kamu cintai ternyata berkhianat? Masih ingat beratnya kantong mata di pagi hari, setelah semalaman menangis? Masih ingat kepala yang berat dan pikiran yang kosong hingga beberapa bulan setelahnya? Sejak saat itu, kamu mungkin akan susah sekali untuk jatuh cinta kembali.

Masih ingat alasan kamu menabung, buka deposito, tabungan rencana, asuransi, dan lain-lain? Bukankah karena kamu khawatir akan masa depan anakmu, biaya sekolah mereka, atau perasaan tidak enak apabila merepotkan orang lain di masa tua?

Masih ingat alasan kamu rajin gereja, atau aktif ikut acara kerohanian, atau gemar bersedekah? Bukankah karena surga digambarkan indah dan damai, penuh kenyamanan, sementara neraka digambarkan suram, penuh api dan hal-hal buruk lainnya?

Sadar ataupun tidak, hidupmu, dan hidup saya, memang diatur oleh ketakutan. Takut pada hal-hal yang belum pernah ditemui. Takut mati. Takut masuk neraka. Takut dihakimi. Takut jatuh. Takut ngga punya temen. Takut dijauhin. Takut dimarahin.

Atau diatur oleh kesakitan. Sakit hati, perasaan tidak diinginkan, perasaan diduakan, hingga masuk rumah sakit, disuntik, terkapar di tempat tidur berhari-hari. Kepala pusing, mual, muntah, dan semua sakit fisik yang kamu rasakan.

Kamu, saya, kita, hampir pasti pernah melalui sekian banyak sakit dan takut, hingga akhirnya berada di detik ini. Hingga akhirnya terbentuk menjadi orang yang sekarang teman-teman, keluarga, atau pasangan kamu kenali. Kamu yang sekarang, setuju ataupun tidak, memang menjadi budak dari rasa sakit di masa lalu, dan rasa takut akan hal-hal yang akan datang.

Terima saja. Saya rasa tidak ada yang salah dengan itu.

Saya jadi teringat lirik lagu Chrisye feat Ahmad Dhani :

“Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkan kau bersujud kepada-Nya?

Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau menyebut nama-Nya?”

One thought on “Fear and Pain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s