perempuan dan wanita (part 2)

Menilik pada sejarah Jawa (di mana Soeharto berasal, dan dari sana pula kata "wanita" diserap), wanita pada awalnya merupakan sebuah eufimisme dari kata perempuan. Artinya, kata wanita "derajadnya" lebih tinggi ketimbang kata perempuan. Namun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa di balik kata "wanita", tersimpan pula arti tersirat yang justru mengkerdilkan ruang gerak perempuan. Dalam konteks... Continue Reading →

perempuan dan wanita (part 1)

Selamat hari Kartini! :) Di balik semua kontroversi tentang kepahlawanan Kartini, ¬†kenyataan bahwa Kartini menjadi salah satu tokoh perempuan pembawa perubahan tidaklah dapat dipungkiri. Meskipun banyak yang memandang sinis terhadap sosok Kartini terutama jika dibandingkan dengan pahlawan perempuan lainnya, namun toh kepahlawanan tidak dapat hanya dinilai dari bagaimana seseorang berperang melawan penjajah dengan mengangkat senjata,... Continue Reading →

Selamat Ulang Tahun, Kartini

Saya feminis. Ya setidaknya, saya sependapat dengan prinsip bahwa lelaki dan perempuan memang sudah sepantasnya memiliki hak yang sama.¬†Saya juga sependapat, bahwa perempuan bukanlah 'makhluk lemah' yang posisinya berada di bawah laki-laki. Tapi, persamaan hak, sewajarnya diikuti pula dengan persamaan kewajiban. Atau setidaknya persamaan perlakuan. Toh tidak ada yg lebih kuat-lebih lemah. Toh tidak ada... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑