Ice Tall Americano On-the-rock

“Pagi Mas Armen! Pesennya yang biasa?” sapa mbak2 Starbucks yang sampai sekarang saya tidak tahu namanya.

“Iya. Ice tall americano on-the-rock yah.” kata saya seraya menyerahkan sebuah tumbler.

Di gerai ini, ice atau hot harus disebut di paling depan. Baru kemudian ukurannya, yaitu tall-grande-venti. Baru kemudian jenis minumannya, dilanjutkan dengan cara penyajiannya. Americano adalah 2 shot espresso yang dicampur dengan air putih hingga mencapai ukuran segelas. Sementara on-the-rock adalah modifikasi dari americano classic, yaitu 2 shot espresso yang diguyurkan ke segelas es batu, tanpa ditambah air lagi.

on-the-rock Mbak, bukan on-the-floor! >_<
on-the-rock Mbak, bukan on-the-floor! >_<

Dingin, karena saya suka kopi saya bisa langsung diminum, tidak perlu ditiup dan ditunggu hingga hangat terlebih dahulu – salah satu alasan saya malas memesan kopi panas.

Americano, karena saya suka rasa yang simpel. Kopi, sudah seharusnya rasa kopi. Bukan karamel, mocca, atau rasa modifikasi lainnya.

On the rock, karena saya rasa es batu sudah cukup memberi rasa pada kopi saya. Tambahan air justru akan mengubah kekentalannya, yang pada akhirnya membuat rasa kopinya kurang “nendang”.

Dan begitulah saya.

Saya orang yang simpel. Males ribet dengan kerempongan sana dan sini. Hidup sebenernya simpel, kitanya aja yang mempersulit; begitu kata Confucius.

Membuat kopi itu sudah cukup ribet. Bayangkan : mulai dari kopi ditanam, ditunggu matang, dipetik, dijemur, dipanggang, lalu ditumbuk, baru kemudian masuk ke dalam mesin pembuat espresso. Kalau untuk minum kopi harus lagi ditunggu, ditiup2, baru dinikmati, kapan move-on nya? #lah

Hidup saya cukup pahit, dengan kegetiran di sana sini. Itulah kenapa saya suka kopi saya pahit.

Perjalanan hidup saya cukup keras. Itulah kenapa saya suka rasa kopi saya keras dan mantap (kalo kata iklan sih).

Dan saya menikmatinya.

Tapi lantas kamu datang.

Seperti whole milk yang perlahan saya alirkan dari paper cup ke dalam gelas berisi ice tall americano on-the-rock.

Perlahan bersentuhan, membentuk pola menarik seperti permen blaster, yang lantas hilang dan menyatu dengan hitamnya kopi. Membuat warna kopi saya lebih cerah.

Saya sesap perlahan kopi itu dari gelasnya.

Pahitnya kopi tetap mendominasi. Tapi kini ada rasa lain. Lembut. Halus. Susu yang tadi saya campurkan, telah larut dalam pahitnya kopi.

Susu juga tidak muncul dengan mudah. Meski rasanya lembut, ia hadir lewat proses yang panjang dan tak kalah keras, mulai dari sapi hingga berakhir ke dalam karton kertas yang dituang ke gelas. Susu juga sensitif, mudah asam dan basi ketika dibiarkan terkena udara.

Susu punya rasanya sendiri. Punya karakter yang sama menariknya dengan kopi.

Bagi saya, susu tidak merusak rasa kopi, tapi justru melengkapinya.

—————————————————————————————————-

“Pagi Mas Armen! Kopinya kayak biasa yah?” kata mbak2 Starbucks pagi itu.

“Iya. Ice tall americano on the rock.” kata saya seperti biasa. “Tapi tambahin whole milk ya Mbak.”

Dan itulah kamu, segelas whole milk dalam ice tall americano on-the-rock saya. 

Terimakasih karena telah membuat kopi saya lebih terasa istimewa.

5 thoughts on “Ice Tall Americano On-the-rock

  1. Tambahan buat mas Armen, Caffe Americano yang dibuat on-the-rock itu juga bisa “menampakan” bagian-bagian dari kopi.
    Jika kopi yang diguyur di atas es batu, akan membuat kopi menjadi lebih bold, tapi jika kopi diguyur langsung ke cup baru setelah itu diberi es batu, maka aroma lah yang akan keluar.
    Jadi jika mas Armen ingin mendapatkan keduanya, maka coba satu shot untuk di dasar dan satu shot untuk di atas es batu.
    Untuk alasan saya belum memahami betul mengapa, tetapi silahkan dicoba! Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s