Gumpalan Kertas Kusut

Kamu pernah main Paper Toss? Belum pernah? Kasian. XD

Paper Toss
Paper Toss

Paper Toss itu kira-kira kayak mainan lempar-lemparan gumpalan kertas bekas ke dalam keranjang sampah. Mainannya orang stres lah, kalo bisa dibilang.

Tujuan permainan ini adalah bagaimana caranya supaya si kertas itu bisa terbang melayang dan masuk ke dalam keranjang sampah, meskipun ada angin dari kiri atau kanan yang berusaha mengubah arah si kertas.

Tapi, yang jadi pemikiran saya kali ini bukan si paper toss dan keranjang sampahnya, tapi tentang bagaimana si kertas bisa terbang melayang.

Coba deh, kamu lempar kertas mulus dan baru, yang masih dalam bentuk lembaran rapi gitu. Sejenak setelah kamu lempar, kertas itu akan mulai melayang perlahan, berkelok-kelok di tempat, dan menukik tajam ke arah lantai. Bahkan ketika baru akan melemparnya saja kamu sudah kesulitan, karena kertas itu bisa langsung jatuh begitu saja dari tanganmu.

Tapi coba remukkan sedikit kertas itu.

Bentuk kertas itu menjadi gumpalan kertas kusut. Ubah bentuknya sedikit membola. Lalu coba lempar. Gumpalan kertas itu akan terbang jauh dari tanganmu, melengkung seperti parabola, dan pada akhirnya jatuh dan menyerah pada gravitasi. Tapi sudah seberapa jauh ia berjarak dari tanganmu ketika melemparnya?

kertasLebih ekstrimnya lagi, coba bentuk kertas tadi menjadi seperti kapal-kapalan.

Tekuk sedikit di sana sini, dengan presisi yang pas dan akurat. Lalu coba terbangkan, lempar kertas tadi dari tanganmu. Apa yang terjadi? Tentu kapal-kapalan itu akan terbang jauh, melayang mengikuti angin, dan mendarat mulus di lantai. Jauh, jauh dari tempatmu berdiri tadi.

Kertas yang sama.

Lembaran yang sama.

Tapi ketika tangan-tangan mulai membentuknya, entah itu menjadi sekedar gumpalan kertas kusut ataupun bentuk kapal-kapalan, kertas itu akan terbang lebih jauh. Melayang lebih sempurna. Menjangkau jarak yang tidak mungkin dicapai si kertas mulus.

Dan begitu pula hidup.

Hidup mulus tidak ada salahnya. Sama sekali. Tapi ketika sedikit demi sedikit masalah mulai mendera, jangan khawatir. Itu adalah  tangan yang sedang membentukmu.

Melipat satu sisi ke sisi yang lain. Menekuk di sana sini. Mengukur dan membetulkan kembali sudut yang kurang pas.

Atau sekedar Tangan yang meremukkan kertas mulusmu. Membuatnya tanpa bentuk. Hanya sekedar gumpalan kertas. Kusut. Berantakan.

Tapi dengan satu tujuan : membuat mu terbang lebih jauh. Membuatmu “terlontar” lebih dari yang kamu bisa ketika kamu masihlah kertas mulus.

Kapal 8

Bekas lipatan akan tetap ada. Kertasmu tidak akan mulus kembali. Tapi itulah bekas yang akan kau ceritakan kelak. Bekas yang membawamu hingga ke titik dan jarak di mana kamu tidak menyangkanya saat ini.

Berharaplah, hidupmu tak hanya menjadi kertas mulus yang statis. Diam di tempat. Tanpa jarak.

Apapun itu, entah menjadi kapal-kapalan, ataupun gumpalan kertas kusut, nikmatilah prosesnya. Inilah caranya supaya hidupmu bisa terbang jauh. :)

“Gumpalan kertas kusut bisa terbang lebih jauh ketika dilempar daripada kertas mulus :)” – @deborahdewi

6 thoughts on “Gumpalan Kertas Kusut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s