Ketika USB Tak Lagi Universal

Hari ini saya dapet pelajaran dari sebuah benda kecil yang namanya USB : Universal Serial Bus. Iya, USB itu jenis colokannya, bukan flashdisk yang biasa dicolok ke port USB itu. Jadi kamu-kamu yang kebiasaan bilang "eh pinjem USB dong buat pindahin data", tolong diralat yak. Hihihi.. :) Anyway, Pagi ini seorang rekan kerja senior keliling... Continue Reading →

Tuhan, Masih Bangun?

Sebuah twit teman saya muncul di timeline, sekitar pukul 11 malam. Bunyinya singkat, "Tuhan, masih bangun? Aku mau cerita.." Dalam sesaat, pikiran saya tersentil. Di satu sisi, miris rasanya karena ternyata manusia adalah makhluk egosentris. Maksudnya adalah, kita cenderung membuat diri kita menjadi standar "kenormalan". Yang normal itu ya yang kayak manusia. Kayak kamu. Kayak... Continue Reading →

plan

"If you want to make God laugh, tell him your plans." - Woody Allen. Sibuk berencana? Sama dong. Hari-hari dalam hidup saya banyak dihabiskan untuk membuat rencana. Apalagi belakangan ini, ketika hidup saya tiba-tiba berubah 180 derajat. Seorang teman mungkin sampai eneg karena sering sekali mendengar saya ngomong "gw mau ngajar lagi deh", atau "gw... Continue Reading →

memberi

Kasih tidak hanya memberi kepada mereka yang dapat membalas, tetapi justru bersukacita memberi kepada mereka yang tak mampu membalas. Penggalan kalimat dalam renungan harian langganan di email pagi ini, membuat saya sedikit malu. Membahas mengenai kasih (dalam kaitannya menjelang Natal), penulis mengajak kita untuk berpikir dan mengevaluasi kasih yang selama ini kita sebut "kasih". Benarkah... Continue Reading →

menghakimi

Pernahkah anda menghakimi? Menghakimi (men-judge) orang lain, hampir pasti pernah kita lakukan. Berbagai info dan fakta yang kita terima, seakan-akan bersatu dalam logika dan menciptakan sebuah gambaran tertentu tentang seseorang atau sesuatu. Lantas, menghakimi menjadi tidak terelakkan, karena kadang terasa sangat mudah dan menenangkan. Tapi pernahkah anda menghakimi diri anda sendiri? Pernahkan anda memberikan penilaian... Continue Reading →

surrender

Surrender : "resignation: acceptance of despair." Dalam bahasa Inggris, surrender diartikan sebagai sebuah pengunduran diri; penerimaan diri terhadap keputusasaan. Atau dengan kata lain : menyerah. Ya, dalam hidup, seringkali kita mengalami sebuah keadaan di mana kita hendak menyerah. Sering bahkan. Lantas kita merasa bahwa menyerah adalah pilihan terbaik. Atau justru saat tidak ada pilihan, maka... Continue Reading →

Hidup setelah mati, adakah?

Kamis kemarin, adalah perayaan Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus, yaitu 40 hari setelah bangkitnya Yesus dari kematian. Ibadah diadakan seperti layaknya hari Minggu, dan kali ini saya tertarik dengan khotbah sang Pendeta yang saya hadiri. Beliau menyinggung mengenai kehidupan setelah mati, yaitu bahwa setelah meninggal, maka kita akan hidup kembali, tapi bukan dengan... Continue Reading →

WordPress.com.

Up ↑